Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 11 Juli 2020

  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,66% pada level 10.617.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 1,44% pada level 26.075.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,05% pada level 3.185.
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 0,76% pada level 6.095.
  • 09:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yen pada level 106,93 JPY/USD.
  • 09:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.798 USD/troy ounce.

Jejak, Teknologi Pengendali Penyebaran Pandemi Covid-19 di Jakarta

Jejak, Teknologi Pengendali Penyebaran Pandemi Covid-19 di Jakarta

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Jakarta Smart City dan Cartenz Group sebagai leading company penyediaan solusi e-government di Indonesia berkolaborasi mengembangkan aplikasi Jejak sebagai salah satu langkah untuk membantu mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta.

Jejak merupakan salah satu fitur aplikasi di platform Jaki yang dapat memindai pergerakan individu melalui kode QR. Teknologi ini akan memberikan sebuah gambaran lokasi pergerakan pasien positif Covid-19  selama 14 hari ke belakang.

Kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis antara swasta dan pemerintah, di mana JSC sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bawah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Diskominfotik) memiliki peranan penting untuk menciptakan Jakarta sebagai kota yang berinovasi dalam menyelesaikan permasalahan kota, membawa warga Jakarta memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Terlebih dalam pandemi saat ini sangatlah diperlukan sinergi tepat untuk menghadirkan sebuah solusi inovatif dan efektif.

Baca Juga: Media Asing Soroti Kegagalan RI Tangani Covid-19, sampai Bawa-bawa Nama Anies

Gito Wahyudi, CEO Cartenz Group, mengatakan, setiap warga Jakarta dapat mengunduh aplikasi Jaki untuk mendapatkan fitur aplikasi Jejak secara gratis dan nantinya secara berkala akan mengkaji pelaksanaan serta tata kelola data sehingga pelacakan akan terpantau dengan baik.

Adapun cara kerja dari aplikasi tersebut adalah dengan memindai kode unik QR dari setiap individu di pusat keramaian. Pemindaian ini bertindak sebagai pencatat riwayat kunjungan yang kemudian akan digunakan para petugas pengendali Covid-19.

"Apabila ditemukan sebuah kasus baru di titik lokasi yang pernah dikunjungi, maka para petugas bisa mendapatkan data secara akurat terkait siapa saja yang pernah mengunjungi lokasi tersebut," jelas Gito, Kamis (25/6/2020).

Tag: COVID-19, Jakarta Smart City

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Jakarta Smart City

loading...

Recommended Reading