Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Jum'at, 03 Juli 2020

  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,99% pada level 25.373.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,80% pada level 2.152.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,72% pada level 22.306.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,01% pada level 3.152.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,59% pada level 2.652.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,40% pada level 6.215.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,01% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 1,01% terhadap Dollar AS pada level 14.522 IDR/USD.

Dukung LGBT Tuai Badai Protes, Produk-produk Unilever di Indonesia Terancam Diboikot

Dukung LGBT Tuai Badai Protes, Produk-produk Unilever di Indonesia Terancam Diboikot

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Perusahaan multinasional Unilever mendadak membuat kehebohan karena terang-terangan mendukung gerakan dan komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender, queer, dan interseks (LGBTQI).

Dalam akun resmi Instagram-nya, pada 19 Juni 2020, perusahaan yang berkantor pusat di Belanda dan Inggris itu mengumumkan sikap mereka atas komunitas LGBTQI.

"Kami berkomitmen untuk membuat kolega LGBTQI + kami bangga dengan kami seperti kami. Itulah sebabnya kami mengambil tindakan bulan Pride ini ..."

Baca Juga: Bukan Lagi Komunisme, Presiden Polandia Bilang Paham yang Paling Berbahaya Itu LGBT

Unilever bahkan sudah melakukan beberapa hal untuk menguatkan dukungan itu, antara lain menandatangani Deklarasi Amsterdam, bergabung dengan Open for Business untuk menunjukkan bahwa Unilever dengan inklusi LGBTQI+ serta meminta Stonewall mengaudit kebijakan dan mengukur tindakan Unilever dalam bidang ini. Stonewall merupakan lembaga amal untuk kaum LGBT.

"Inisiatif-inisiatif ini hanyalah permulaan. Keragaman kita sebagai manusia adalah yang membuat kita lebih kuat. Inklusi untuk semua adalah apa yang akan membuat kita lebih baik."

Unggahan yang kontroversial itu segera memantik badai protes dan bahkan seruan boikot atas produk-produk Unilever dari warganet Indonesia. Sebagian mengucapkan selamat tinggal untuk Unilever, sebagian yang lain menyerukan tidak lagi membeli produk-produknya.

Kehebohan yang bermula di media sosial Instagram segera merembet ke Twitter. Warganet Indonesia ramai-ramai membincangkan Unilever di Twitter sehingga kata itu bertengger di deretan topik terpopuler (trending topic) Indonesia.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Tag: Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), PT Unilever Indonesia Tbk, Unilever

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Reuters/Gleb Garanich

loading...

Recommended Reading