Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 11 Juli 2020

  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,66% pada level 10.617.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 1,44% pada level 26.075.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,05% pada level 3.185.
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 0,76% pada level 6.095.
  • 09:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yen pada level 106,93 JPY/USD.
  • 09:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.798 USD/troy ounce.

Heran Kelompok 212 Tiba-Tiba Pancasilais, Orang Demokrat: Seperti Banci...

Heran Kelompok 212 Tiba-Tiba Pancasilais, Orang Demokrat: Seperti Banci...

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean merespons tegas terkait aksi massa kelompok 212 yang menolak pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), di DPR, Rabu (24/6).

Bahkan, dalam demo tersebut massa menuntut MPR untuk melakukan sidang Istimewa dan mengganti Presiden.

Diketahui, massa yang hadir adalah Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), dan sejumlah ormas Islam lain.

Baca Juga: Ikut Berikan Selamat HUT Jakarta, Ferdinand Demokrat: Bahagia Warganya, Bukan Hanya Gubernurnya..

Baca Juga: Astagfirullah, Gegara Demo Berjubel-jubel, Kelompok 212 Bisa Jadi Klaster Baru, Peserta Buruan

"Kalau karena Seribuan orang demo trus menuntut Sidang Istimewa dan MPR melakukan, maka tiap minggu akan ada Sidang Istimewa penggantian presiden," tulisnya, Rabu (24/6/2020).

Selain itu, ia juga menyindir aksi yang dilakukan FPI, sebab, dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FPI tidak adanya asas Pancasila namun malah saat ini seolah membela Pancasila.

"Lagi pula anti Pancasila, intoleran, tiba2 Pancasilais itu ibarat Banci mengaku hamil.!.!," cetusnya.

Tag: Alumni 212, RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), Ferdinand Hutahaean, Front Pembela Islam (FPI)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Istimewa

loading...

Recommended Reading