Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 11 Juli 2020

  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,66% pada level 10.617.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 1,44% pada level 26.075.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,05% pada level 3.185.
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 0,76% pada level 6.095.
  • 09:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yen pada level 106,93 JPY/USD.
  • 09:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.798 USD/troy ounce.

Kasus Premanisme John Kei, Kriminolog UI: Indonesia Bisa Tiru AS

Kasus Premanisme John Kei, Kriminolog UI: Indonesia Bisa Tiru AS

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

John Refra Kei bersama komplotannya mencuat lagi karena aksi brutalnya di Tangerang dan Duri Kosambi, Cengkareng pada Minggu, 21 Juni 2020. Kini, pria asal Kei, Maluku Utara itu ditemani anak buahnya mesti masuk bui lagi.

Kriminolog Universitas Indonesia, Ferdinand Andi Lolo, menilai John Kei levelnya bukan preman lagi. Ia mengatakan, aksi kekerasan John mesti dilihat dalam konteks yang lebih besar.

Baca Juga: Berapa Kali Bunuh Orang? John Kei Jawab...

"Saya melihatnya ini sudah level berbeda. Kita bicara mengenai suatu kejahatan yang lebih tinggi dari premanisme. Suatu kejahatan terorganisir yang dilakukan organisasi-organisasi kejahatan. Organisasi yang dibentuk untuk kejahatan," ujar Ferdinand dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne yang dikutip pada Rabu (24/6/2020).

Menurutnya, keberadaan John Kei dan komplotannya jangan mereduksi konteks yang sebenarnya. Ia bilang adanya John dan gengster lainnya di Tanah Air sebagai lampu kuning dan peringatan keras kepada pemerintah.

"Ada sesuatu yang lebih besar sudah terjadi di Indonesia. Kita tidak dapat tunggu berdiam diri dengan mengandalkan atutan-aturan hukum yang direduksi hanya untuk menangani masalah preman. Ini bukan masalah preman. Ini lebih besar dari preman," jelas Ferdinand.

Dia membandingkan cara Amerika Serikat yang saat ini mampu menertibkan gengster-gengser. Menurutnya, dibandingkan era dulu seperti munculnya gengster macam Alphonse Gabriel Al Capone, kini dunia kriminal AS lebih tertib.

Dia menganalisis, kondisi itu karena AS memiliki aturan yang bisa tertibkan gengster. Aturan itu tertuang dalam Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act (RICO).

?Kalau di Amerika sudah ada hukum yang mengatur tentang gengster-gengster, RICO Act itu. Jadi, semua tindakan gengster itu tidak diecer satu-satu. Tetapi, begitu mereka dikenakan aturan seperti RICO Act itu bisa," katanya.

Menurut dia, dengan RICO Act cukup ampuh menertibkan gengster di AS sampai ke akar-akarnya. Sanksi buat oknum mafia gengster yang bandel, tak taat aturan akan disikat dengan RICO Act. Pun, ia melihat jika penanganan secara parsial seperti sekarang maka sulit mengatasinya. Sebab, jika suatu gengster hilang, tercei berai maka akan muncul kelompok lainnya.

"Kita perlu melihat AS, hukum RICO Act. Bisa enggak diterapkan, ya itu bagaimana pemerintah dan parlemen. Di Amerika itu bukan hanya pelaku yang ditindak, tapi seluruh harta yang diambil," ujarnya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Tag: John Kei, Kriminal, Universitas Indonesia (UI)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Twitter/GendengAnyaran2

loading...

Recommended Reading