Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Kamis, 09 Juli 2020

  • 09:15 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,47% pada level 2.169.
  • 09:14 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,37% terhadap Dollar AS pada level 14.356 IDR/USD.
  • 09:12 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 1,44% pada level 10.492.
  • 09:11 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,80 USD/barel.
  • 09:11 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 43,24 USD/barel.
  • 09:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Euro pada level 1,1338 USD/EUR.
  • 09:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,01% terhadap Poundsterling pada level 1,2611 USD/GBP.
  • 09:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,64% pada level 26.296.
  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,68% pada level 26.067.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,27% pada level 22.498.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 0,75% pada level 3.428.
  • 09:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka menguat 0,04% pada level 2.670.
  • 09:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Yuan pada level 6,99 CNY/USD.
  • 09:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yen pada level 107,32 JPY/USD.
  • 09:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,19% di awal sesi I.

Doni Monardo: Kami Hanya Punya Satu Dokter, Itupun Dokter Umum

Doni Monardo: Kami Hanya Punya Satu Dokter, Itupun Dokter Umum

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan pihaknya tidak memiliki pakar epidemiologi yang menguasai kepakaran dalam menangani pandemi Covid-19.

"Kami (BNPB) hanya punya satu dokter, itu pun dokter umum. Karena itu, kami mengumpulkan para pakar, termasuk pakar epidemiologi yang saat ini diketuai Prof Wiku Adisasmito," kata Doni dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR yang diikuti secara daring melalui siaran TVR Parlemen di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Doni Monardo: Vaksin Corona Bisa Ditemukan, Tapi Bisa Juga Tidak

Doni mengatakan setelah dia ditunjuk untuk mengetuai Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 segera mengumpulkan para pakar dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, terutama Kementerian Kesehatan.

Doni mengakui Indonesia cukup gagap pada masa awal pandemi COVID-19, misalnya dalam hal ketersediaan laboratorium yang bisa menguji spesimen COVID-19. Saat itu, hanya ada satu laboratorium yang tersedia.

"Hanya ada laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Spesimen dari Papua pun harus diperiksa di sana. Akhirnya jumlah laboratorium bertambah empat, ditambah dari Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman," tuturnya.

Tag: Doni Monardo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

loading...

Recommended Reading