Trump Niat Tangguhkan Visa Pekerja Asing, Kelompok Bisnis: Itu Bahaya untuk Ekonomi!!

Trump Niat Tangguhkan Visa Pekerja Asing, Kelompok Bisnis: Itu Bahaya untuk Ekonomi!! Foto: Reuters/Leah Millis

Donald Trump menangguhkan akses masuk pekerja asing ke Amerika Serikat (AS) guna membantu ekonomi yang terpukul oleh virus corona. Namun, keputusan itu mendapat perlawanan dari kelompok bisnis.

Penangguhan visa H-1B (pekerja asing) dan H-2B (pekerja musiman) di AS akan berlaku mulai Rabu (24/6/2020) hingga akhir tahun akan membuka 525 ribu pekerjaan bagi tenaga kerja lokal, menurut pejabat senior Administrasi Trump yang tak mau namanya diungkap.

"Langkah itu bertujuan membuat penduduk AS kembali bekerja secepat mungkin," katanya, dilansir dari?Reuters, Selasa (23/6/2020).

Baca Juga: Begini Profil Singkat Startup Singapura yang Sahamnya Dibeli Alfamart!

Baca Juga: Cara Bagikan Status WA ke Aplikasi Lain, Makin Eksis!

Namun, kelompok bisnis seperti perusahaan raksasa di sektor teknologi dan Kamar Dagang AS justru mengkritik rencana Trump itu.

Mereka berujar, "penangguhan visa akan menghambat pemulihan ekonomi akibat corona."

Dalam pernyataannya, Aliansi Perangkat Lunak BSA yang beranggotakan Microsoft dan Slack mendesak pemerintah menahan rencana itu.

"Pembatasan itu akan berdampak negatif terhadap ekonomi AS dan mengurangi peluang pekerjaan bagi penduduk AS," kata asosiasi tersebut.

Analis Kebijakan di Institut Kebijakan Migrasi, Sarah Pierce memperkirakan, putusan baru itu akan memblokir 219 ribu pekerja asing sepanjang sisa tahun ini.

Ia menambahkan, "itu justru akan memperburuk keadaan bagi banyak perusahaan AS."

Mitra pelaksana di firma hukum Fragomen, Mitch Wexler juga menganggap kebijakan itu bakal merugikan klien media sosial dan komunikasi nirkabel, serta perusahaan teknologi lain.

Tak cuma itu, kelompok bisnis pun menuding Trump malah memanfaatkan pandemi untuk mencapai tujuannya dalam membatasi imigrasi.

Proklamasi Trump itu tak berlaku bagi pekerja imigran yang sudah ada di AS, serta pemegang visa yang berlaku di luar negeri. Namun, mereka mesti punya dokumen perjalanan resmi untuk masuk ke AS.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini