Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Minggu, 05 Juli 2020

  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1248 USD/EUR.
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2438 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,32 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,33% pada level 6.157.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,51 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.772 USD/troy ounce.

Fahri ke Luhut: Gak Usah Main Lapor Polisi, Cukup Cerita Anda Gak Korupsi

Fahri ke Luhut: Gak Usah Main Lapor Polisi, Cukup Cerita Anda Gak Korupsi

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Fahri Hamzah, politisi yang terkenal sangat kritis, kembali melayangkan kritikannya. Menurutnya, negara tidak perlu ikut campur dalam sengketa buzzer di media sosial.

Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 itu, mengatakan demikian, menyikapi langkah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait perseteruannya dengan Said Didu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, yang berakhir di pelaporan ke Bareskrim Mabes Polri.

Fahri mengatakan, tidak seharusnya pejabat anti terhadap kritik. Apalagi sampai mengambil tindakan yang berpotensi pada pembatasan hak kebebasan berpendapat dan berekspresi. Mengingat hak ini dilindungi oleh konstitusi.

Baca Juga: Kalau Poyuono Mangkir Sidang MK, Prabowo Bakal...

"Pemerintah jangan terlibat dengan main lapor. Seperti Pak Luhut enggak usah ikut main lapor polisi segala," kata Fahri, yang kini Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelora Indonesia, dalam keterangan persnya, Minggu (21/6/2020).

Keriuhan perdebatan di media sosial, kerap kali diikuti oleh buzzer. Sehingga perdebatan menurutnya tidak lagi mengarah pada substansi. Harusnya, kata mantan politisi PKS ini, yang ditertibkan adalah buzzer yang membuat diskusi itu meleset dari substansi. Juga pemerintah memperbaki kinerjanya. 

Fahri menilai, kalau hanya dengan perbedaan pendapat itu membuat orang gampang tersinggung, maka yang ditampilkan hanya mereka yang mudah tersinggung saja. Jika seperti ini, Fahri yakin susah untuk membesarkan sebuah bangsa. Keriuhan di media sosial oleh warganet, menurutnya, tidak perlu ditanggapi secara serius. Apalagi terbawa oleh silang pendapat dan sengketa buzzer.

"Biar saja mereka (warganet) bebas berbeda pendapat, yang penting negara jangan terlibat dalam sengketa buzzer," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Tag: Luhut Binsar Pandjaitan, Said Didu, Fahri Hamzah

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

loading...

Recommended Reading