Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2020

  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,06% di akhir sesi I.

Gegara Omongannya, Poyuono Disemprot Juniornya: Kalau Mau Jilat Pak Jokowi Nggak Segitunya!

Gegara Omongannya, Poyuono Disemprot Juniornya: Kalau Mau Jilat Pak Jokowi Nggak Segitunya!

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, terus dikritik internal partainya pasca tanda pagar atau hashtag #tenggelamkangerindra trending di media sosial Twitter sejak Selasa (15/6/2020) kemarin. Kali ini, kritikan disampaikan politikus Partai Gerindra, Kawendra Lukistian.

"Bang Arief Puyuono kalau mau jilat-jilat Pak Jokowi enggak usah segitunya juga lah," kata Kawendra Lukistian, Rabu (17/6/2020).

Baca Juga: Gak Takut Disanksi Partai, Poyuono Ngegas: Isu PKI yang Buat Kadrun!

Kawendra mengatakan, berbagai pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah luka bangsa yang mendalam dan sulit disembuhkan. "Bang Arief seharusnya lebih peka dengan yang dirasakan rakyat," katanya.

Kawendra mengatakan, wajar kalau rakyat khawatir dengan kebangkitan PKI. Terlebih, lanjut dia, muncul kisruh Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) baru-baru ini.

"Jadi tidak usah ditampikkan kalau ada kekhawatiran rakyat. Sebagai kader muda Gerindra, saya sangat menyesalkan pernyataan Bang Arief yang ngaco itu! Saya, kader-kader Gerindra lainnya juga kecewa dengan statement ngaco Bang Arief," katanya.

Adapun tanda pagar (tagar) itu muncul menyusul beredarnya video rekaman pernyataan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono di Twitter. Dalam video itu, Arief yang berbincang dengan seseorang menyatakan isu PKI sengaja diembuskan oleh "kadrun-kadrun".

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Arief Poyuono, Joko Widodo (Jokowi), Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Arief Poyuono

loading...

Recommended Reading