Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Kamis, 09 Juli 2020

  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,59% pada level 26.129.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,24% pada level 2.158.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,78% pada level 22.438.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,74% pada level 3.403.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,31% pada level 2.669.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,17% pada level 6.200.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yuan pada level 7,01 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,21% terhadap Dollar AS pada level 14.410 IDR/USD.

Gegara Covid-19, Realisasi Penerimaan Pajak Cuma 35% dari Target

Gegara Covid-19, Realisasi Penerimaan Pajak Cuma 35% dari Target

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Menurunnya perekonomian menekan penerimaan pajak pada tahun ini. Realisasi penerimaan pajak hingga 31 Mei 2020 mencapai Rp444,56 triliun. Jumlah itu setara 35,45% dari target yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp1.254,1 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp498,51 triliun.

"Penerimaan pajak mengalami perlambatan seiring dengan mulai terlihatnya dampak pandemi Covid-19," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Proyeksi Kuartal II Ekonomi RI Jatuh ke Jurang Minus

Ia mengatakan kontraksi terjadi baik atas jenis-jenis pajak PPh, PPN & PPnBM, maupun PBB & pajak lainnya.

"Tekanan penerimaan pada Mei cukup signifikan, yang disebabkan oleh perlambatan kegiatan ekonomi sebagai efek samping pembatasan sosial yang diterapkan untuk menanggulangi pandemi Covid-19, serta pemanfaatan fasilitas insentif perpajakan yang digulirkan pemerintah untuk dunia usaha dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian di tengah upaya penanggulangan pandemi tersebut," tambahnya.

Meskipun secara umum jenis-jenis pajak utama mengalami kontraksi, sambungnya, beberapa jenis pajak utama masih mencatatkan pertumbuhan positif, yakni untuk jenis pajak PPh Pasal 23, PPh Pasal 26, dan PPh Orang Pribadi. Untuk periode Januari–Mei 2020 PPh Pasal 26 masih mencatatkan pertumbuhan 14,33% (yoy).

"PPh Pasal 23 juga masih tumbuh positif 6,56% (yoy) meskipun mengalami tekanan pada penerimaan Mei," ujarnya.

Untuk kinerja PPh orang pribadi membaik di Mei sehingga kembali tumbuh positif 0,55%(yoy).

Tag: Pajak, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sri Mulyani Indrawati

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Wahyu Putro A

loading...

Recommended Reading