PA 212 Dapat Nyawa Lagi Gara-Gara...

PA 212 Dapat Nyawa Lagi Gara-Gara... Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Benarkah isi poster tersebut? Ketua Umum DPP FPI Ahmad Sobri yang dikonfirmasi mengaku belum tahu persis apa maksud dari seruan bersama poster tersebut. Apakah akan melakukan aksi turun ke jalan atau seperti apa?

"Saya enggak tahu. Kalau ada aksinya enggak paham saya," kata Ahmad Sobri.

Sejauh ini, FPI memang tidak banyak berbicara soal RUU HIP ini. Adalah PA 212 yang terbilang cukup vokal menyuarakan penolakan. Di medsos, Juru Bicara PA 212 Haikal Hassan aktif mencuitkan penolakan terhadap RUU HIP.

"Udah deh. Cukup. Stop. Semua kekuatan ummat telah menyatu untuk tolak RUU HIP. Hentikan. Berhenti," tulis @haikal_hassan, dengan menautkan link berita yang berjudul: NU, Muhammadiyah, dan MUI Kompak Tolak RUU HIP.

Terkait poster aksi, Haikal tidak menjawab pasti. Namun, dia mengakui bahwa saat ini pihaknya kini sedang menginisiasi pertemuan dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas). Kemungkinan akan digelar dalam pekan ini. Tujuannya, untuk menyusun langkah apa saja yang akan diambil terkait RUU HIP itu.

Ia memastikan, apapun keputusan dari pertemuan tersebut, tetap dalam koridor menghormati konstitusi dan dilakukan dengan caracara yang santun. "Saya tidak bilang demo," tegas Haikal.

Di tengah pandemi Covid-19, Haikal menilai hal mendesak yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah memastikan kesehatan dan kesejahteraan atau ekonomi masyarakat. Bukan RUU HIP.

Soal RUU HIP ada potensi membangkitkan PKI, dia punya dasarnya. Apalagi, lanjut dia, PDIP yang awalnya menolak justru mendukung dan mengusulkan agar TAP MPRS Pembubaran PKI dimasukkan ke dalam RUU HIP.

"Ada 2 hal, kenapa PDIP yang respons? Kebaca kan siapa yang ngusulin. Begitu lihatnya. Oh, PDIP. Kedua, kita tidak mau memasukkan tambahan apapun atau mengubah apapun. Kita hanya mau UUD dan Pancasila. Tidak didegradasi dengan RUU HIP," pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini