Kredivo Bawa Zero-Click Checkout ke Bukalapak, Apa Manfaatnya?

Kredivo Bawa Zero-Click Checkout ke Bukalapak, Apa Manfaatnya? Kredit Foto: Kredivo

Pandemi membuat masyarakat banyak melakukan aktivitas secara online, termasuk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Guna mempermudah masyarakat berbelanja online, Kredivo mengintegrasikan inovasi pembayaran digital tercepat, Zero-click Checkout, dengan Bukalapak.

Fitur ini memberikan pengalaman berbelanja yang lebih cepat, lebih sederhana, dan optimisasi khusus untuk bertransaksi melalui mobile phone. Zero-click Checkout memungkinkan pengguna untuk membeli barang di e-commerce secara instan tanpa perlu login atau pindah ke aplikasi lain.

"Merchant yang mengadopsi Zero-click Checkout mendapat manfaat dari tingkat retensi dan GMV yang lebih tinggi," kata General Manager Kredivo Lily Suriani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2020).

Baca Juga: Bantu UKM, GrabKios Jajakan Produk 5 Juta Mitra Bukalapak

Saat proses checkout, pengguna hanya perlu memilih metode pembayaran Kredivo dan barang yang diinginkan akan terbayar dalam sekejap menggunakan kredensial yang sudah disimpan. Pengguna dapat memilih pembayaran dalam 30 hari dengan bunga 0% atau cicilan sampai 12 bulan dengan bunga 2,95% per bulan.

Sejak diluncurkan pada Agustus 2019, inovasi yang pertama kali diterapkan di Indonesia ini, akan diintegrasikan di e-commerce lainnya secara bertahap. Di Bukalapak sendiri, hanya dalam waktu satu bulan setelah diluncurkan, 50% dari transaksi melalui Kredivo telah menggunakan Zero-click Checkout dan menumbuhkan tingkat keberhasilan transaksi sebesar 30%.

Lebih lanjut, riset McKinsey terkait sentimen konsumen Indonesia menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas digital selama masa pandemi, dengan lebih dari 30% responden mengaku lebih sering memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memesan makanan secara online.

Integrasi fitur inovatif ini dipercaya dapat meningkatkan kenyamanan pembayaran e-commerce di tengah pandemi, mengingat friksi saat pembayaran yang tinggi menyebabkan tingkat cart abandonment di e-commerce Indonesia menjadi salah satu yang paling tinggi di dunia.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini