Ketika Vladimir Putin Melindungi Haftar

Ketika Vladimir Putin Melindungi Haftar Foto: Kremlin.ru

Kini yang menjadi pertanyaannya mengapa Presiden Rusia Vladimir Putin membantu Haftar. Surat kabar Turki yang pro-pemerintah, Daily Sabah, menjelaskan ada sejumlah alasan mengapa Rusia mendukung panglima perang Haftar.

Menurut mereka salah satunya karena Rusia tidak senang dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara Turki dan pemerintah sementara Libya, GNA (Government of National Accord).

Jika Haftar menduduki Tripoli maka GNA bubar dan perjanjian antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj pada 27 November batal.

Daily Sabah menulis Rusia senang dengan kebuntuan yang terjadi dalam perselisihan antara Turki dengan Israel, Mesir, Yunani, Siprus Yunani di Mediterania Timur. Selama konflik itu masih buntu, kemungkinkan Turki dapat mengirim sumber daya hidrokarbon ke Eropa melalui Mediterania masih rendah. 

Menurut surat kabar pro-pemerintah Turki itu, Rusia ingin Eropa tetap tergantung pada sumber daya hidrokarbon mereka. MoU antara Turki dan Libya tahun lalu mengubah peta kekuatan di Mediterania sehingga membuat Turki lebih unggul.

Rusia ingin memukul mundur kemajuan Turki tersebut. Melalui Haftar mereka ingin mempertahankan status quo sebelumnya.

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini