Kopi Kenangan Terus Tumbuh, Modal Awal Rp250 Juta, Kini Punya Ribuan Karyawan di Ratusan Outlet

Kopi Kenangan Terus Tumbuh, Modal Awal Rp250 Juta, Kini Punya Ribuan Karyawan di Ratusan Outlet Foto: Kopi Kenangan

Minuman es kopi susu jadi salah satu kata populer di Indonesia beberapa tahun belakangan, sehingga turut membuka peluang bisnis bagi para perintis usaha di sektor makanan dan minuman (F&B).

Kopi Kenangan merupakan salah satu pemain yang memanfaatkan peluang itu sejak Agustus 2017, berkat kerja sama antara Edward Tirtanata dan James Prananto. Kini, startup kopi lokal itu mengklaim memiliki pertumbuhan yang kuat.

"Kami mencatat pertumbuhan positif pada 2019. Dari segi ekspansi toko, kami tumbuh lebih dari 10x daripada 2019, penjualan di toko kami naik 82% dan kami mencatatkan EBITDA positif pada Desember 2019," kata Edward, dikutip dari KrAsia, Rabu (10/6/2020).

Baca Juga: Masih Seksi, Investor Tak Bakal Berhenti Investasi ke Startup

Baca Juga: Kumpulkan Modal Rp1,5 T dalam 4 Bulan, Startup Edutech Ini Bakal Bernilai Rp14 T Jika . . . .

Cerita di Balik Bisnis Kopi Kenangan

Asal tahu saja, Edward sebelumnya telah memiliki usaha rumah teh premium 'Lewis & Carroll' yang berdiri sejak 2015. Beragam minuman berbasis kopi yang dijual di sana mendorong Edward membangun rantai minuman khusus kopi; yang akhirnya melahirkan Kopi Kenangan.

Kopi Kenangan awalnya berasal dari toko sederhana di salah satu gedung perkantoran Jakarta. Edward dan James merekrut lima staf, berbekal modal sebesar Rp250 juta dari angel investor. Tiga dari lima karyawan itu masih tergabung dalam tim Kopi Kenangan; 2 mengola outlet sendiri, sedangkan yang satunya telah menjadi manajer regional.

Pada hari pertama operasional bisnis, Kopi Kenangan mengklaim menjual 700 cangkir kopi. Tiga bulan setelahnya, startup kopi itu berhasil menarik perhatian Alpha JWC; lalu resmi menyuntikan dana senilai 8 juta dolar AS (sekitar Rp111 juta) pada Oktober 2018.

Sebelum mendapat suntikan dana dari Alpha JWC, Kopi Kenangan memiliki 8 outlet dan itu beroperasi secara bootstrap. Nah, sejak memperoleh pendanaan tahap awal itu, Kopi Kenangan mengaku telah mencatatkan pertumbuhan pendapatan senilai 20 kali lipat pada Juli 2019.

Dari situ, Kopi Kenangan memacu mesin untuk menyusul pesaingnya; meluncurkan aplikasi sendiri pada tahun lalu jadi salah satu strateginya. Lewat aplikasi, pelanggan dapat membayar lewat ponsel, mengambil minuman di outlet yang mereka tentukan, dan mendapat poin dari program loyalitas.

Pada Mei lalu, Kopi Kenangan menghimpun dana 109 juta dolar AS (sekitar Rp1,5 T) yang dipimpin oleh Sequoa Capital India. Jumlah yang melampaui target Edward.

Dalam waktu kurang dari tiga tahun, kini Kopi Kenangan memiliki 324 outlet, 3 ribu karyawan, dan memperoleh total pendanaan senilai 137 juta dolar AS (sekitar Rp1,9 T).

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini