Gawat! Orang-orang AS Bilang Negaranya Sudah dalam Kondisi Tak Terkendali

Gawat! Orang-orang AS Bilang Negaranya Sudah dalam Kondisi Tak Terkendali Foto: Twitter/@ellievhall

Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) mengatakan kondisi di negara itu sudah tidak terkendali. Suara mayoritas itu muncul survei atau dalam jajak pendapat yang diselenggarakan oleh NBC dan Wall Street Journal, yang dilansir Senin (8/6/2020).

Survei menunjukkan para warga Amerika masih khawatir tentang penyebaran virus corona baru (Covid-19), pesimistis tentang ekonomi yang kembali normal tahun ini, dan kurang percaya pada kemampuan Presiden Donald Trump untuk menyatukan bangsa.

Baca Juga: Masya Allah! Komunitas Muslim di AS Ikut Turun ke Jalan Perangi Kasus Rasisme George Floyd

Delapan dari sepuluh pemilih AS dalam daftar pemilu mengatakan mereka percaya hal-hal tersebut di luar kendali. Menurut suvei, hanya 15 persen yang mengatakan kondisi AS di bawah kendali.

Jajak pendapat itu dilakukan 28 Mei hingga 2 Juni 2020, yakni selama protes pascakematian pria kulit hitam George Floyd di Minneapolis, Minnesota. Survei ini juga dilakukan ketika angka kematian terkait Covid-19 di AS melampui 100.000 jiwa dan terus meningkat. Sekarang jumlah kematian telah melampaui 110.000 jiwa.

Gabungan 63 persen pemilih mengatakan mereka sangat atau agak khawatir bahwa mereka atau seseorang dalam keluarga mereka dapat terpapar Covid-19. Jumlah itu turun dari 73 persen pada April, di mana banyak penurunan berasal dari orang-orang yang diidentifikasi sebagai pendukung Partai Republik.

Sekitar 46 persen pemilih menyebut kondisi ekonomi AS saat ini sebagai kategorgi "miskin". Itu adalah persentase tertinggi pada pertanyaan yang sama sejak September 2012.

Sekitar sepertiga atau 31 persen mengatakan kondisi ekonomi "adil". Sedangkan 17 persen mengatakan ekonomi baik dan 5 persen menyebutnya sangat baik.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini