Waskita Alokasikan Dana Rp45 M Sebagai Dividen

Waskita Alokasikan Dana Rp45 M Sebagai Dividen Foto: Ist

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan untuk membagikan dividen dengan total mencapai Rp46 miliardengan demikian dividen per lembar yang diperoleh oleh pemegang saham sekitar Rp3,45 per saham. 

 

Pada tahun buku 2019 Waskita Karya juga berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp31,39 triliun dan laba bersih yang dicapai sebesar Rp1,03 triliun, kemudian total aset sebesar Rp122,59 triliun, total liabilitas sebesar Rp93,47 triliun, total ekuitas sebesar Rp29,12 triliun, dan nilai kontrak baru sebesar Rp26,08 triliun. 

 

“Dengan tambahan nilai kontrak baru tersebut serta adanya sisa nilai kontrak sebesar Rp62,02 triliun, maka total kontrak yang dikelola oleh Waskita Karya pada tahun 2019 sebesar Rp88,10 triliun,” jelas President Director PT Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Jumat (5/6/2020). 

 

Baca Juga: Strategi dan Protokol WFO Waskita Karya Menjalani The New Normal Scenario

 

Pada tahun 2019, Waskita Karya menerima pembayaran atas proyek turnkey sebesar Rp26 triliun. Pembayaran proyek itu diterima atas pembayaran Proyek Jalan Tol Cinere – Serpong sebesar Rp1,21 triliun, proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang sebesar Rp3 triliun, proyek Tol TBPPKA (Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung) sebesar Rp10,3 triliun, proyek Tol Batang - Semarang sebesar Rp2 triliun.

 

Kemudian ada proyek Ruas Tol TBPPKA (Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung) (porsi VGF Tol Jakarta-Cikampek) sebesar Rp1,24 triliun, proyek transmisi paket 1-2 Sumatera sebesar Rp 4 triliun dan penerimaan proyek lainnya sebesar Rp3,9 triliun. Kemudian untuk proyek konvensional sebesar Rp16 triliun serta pengembalian dana talangan tanah sebesar Rp5,4 triliun. 

 

Di bidang non-teknik dan bisnis, pada tahun 2019 Waskita Karya telah berhasil mencatatkan beberapa pencapaian antara lain divestasi 2 ruas tol yakni tol Solo - Ngawi dan Ngawi – Kertosono dengan nilai transaksi sebesar Rp2,4 triliun. Kemudian Waskita Karya juga melakukan peningkatan produktivitas konstruksi yang didukung implementasi teknologi konstruksi 4.0. 

 

Baca Juga: Ngebut, Waskita Bangun Ruang Isolasi RS Fatmawati Cuma dalam Waktu Sekejap

 

Aplikasi Building Information Modelling (BIM) telah dimanfaatkan sebagai alat utama dalam metodologi perencanaan pekerjaan, penjadwalan, pentahapan serta monitoring dan pengendalian pelaksanaan konstruksi, telah memberikan pertambahan nilai yang signifikan dalam proses bisnis Waskita Karya. Saat ini seluruh proyek Waskita Karya telah memanfaatkan BIM dalam pelaksanaan pekerjaannya. 

 

Jika BIM dimanfaatkan untuk pengendalian spesifik proyek, sampai kepada komponen pekerjaan, pemanfaatan teknologi Geospatial Information System (GIS) juga merupakan program besar lain yang sedang dimulai di Waskita Karya, yang bertujuan untuk membantu manajemen melihat informasi makro terkait proyek. Waskita Karya telah menginisiasi program BIM yang terintegrasi dengan ERP dan GIS, serta dijadwalkan akan selesai di akhir tahun 2020 ini. 

 

Waskita Karya berkomitmen kuat dalam peningkatan produktivitas dan efisiensi perusahaan. Peningkatan akurasi data dan informasi, serta pemanfaatan teknologi 4.0 untuk membantu identifikasi permasalahan secara lebih faktual dalam konteks proyek secara utuh, tentunya diharapkan keputusan yang diambil akan menjadi lebih cepat dan tepat.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini