Akademisi UI: Ekspor Pertanian Berpotensi Meningkat Tajam

Akademisi UI: Ekspor Pertanian Berpotensi Meningkat Tajam Foto: Kementan

Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Riyanto menilai lalu lintas ekspor pertanian berpotensi meningkat tajam, terutama saat pasar ekspor dunia mulai kembali pulih dari pandemi Covid-19.

Menurutnya, momentum tersebut harus dipersiapkan dengan baik oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

"Nanti ketika pasar ekspor kembali pulih saya sangat optimistis bahwa nilai ekspor pertanian kita bisa jauh lebih meningkat dari yang sekarang. Apalagi disaat sektor lain melemah, justru sektor pertaian menunjukan peningkatan positif," ujar Riyanto, Kamis (4/6/2020).

Riyanto mengatakan, peningkatan ekspor juga diperkirakan merata dari subsektor komoditas perkebunan hingga komoditas lain, seperti beras, produk olahan kopi, dan subsektor peternakan.

Baca Juga: Masa Pandemi, Kinerja Pertanian Cemerlang Dongkrak Ekspor 12,66% dan Tekan Inflasi

"Komoditas lain seperti kopi, teh, lada, dan lain-lain sebenarnya bisa lebih mendukung peningkatan ekspor. Khusus untuk kopi jenis kopi gayo sangat berpotensi sekali," katanya.

Meski demikian, kata Riyanto, terjadinya pandemi malah membuat ekspor kopi asal Indonesia tidak bisa melakukan ekspor besar ke beberapa kafe kopi dan restoran di Amerika dan Eropa. Kondisi ini membuat permintaan ekspor cenderung menurun.

Oleh sebab itu, lanjut Riyanto, jalan yang paling efektif adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah dan mengelola produk pertanian yang ada. Apalagi, Indonesia merupakan negara tropis dengan cahaya matahari yang cukup dan iklim yang bagus. Kondisi ini mendukung suburnya setiap tanaman yang ditanam.

"Dengan demikian peningkatan ekspor pertanian tidak hanya menjadi hisapan jempolan belaka. Kita dorong terus bersama dengan agroindustri sehingga bisa mencapai 30 persen lebih peningkatan ekspornya. Harus percaya bahwa Indonesia akan menjadi negara maju jika sektor pertaniannya kuat," tandasnya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor pertanian mengalami kenaikan sebesar 12,66 persen (yoy) dengan nilai transaksi sebesar US$0,28 miliar. Kenaikan di sektor pertanian membuat total ekspor Indonesia secara kumulatif mencapai US$53,95 miliar, atau naik sebesar 0,44 persen (yoy).

Sepanjang Januari-April lalu, ekspor hasil pertanian juga meningkat sebesar 15,15 persen. Capaian ini lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini