Kebocoran Data Pribadi Mengancam Pengguna Internet Asia Pasifik

Kebocoran Data Pribadi Mengancam Pengguna Internet Asia Pasifik Foto: Kaspersky

Sebuah survei oleh Kaspersky baru-baru ini mengungkapkan bahwa 40% konsumen dari Asia Pasifik (APAC) menghadapi insiden kebocoran informasi pribadi yang diakses oleh orang lain tanpa persetujuan.

Sementara lebih dari 5 dari 10 pengguna online di wilayah ini menyatakan keprihatinan yang sama dalam hal menjaga kehidupan virtual dan fisik mereka.

"Data kami menunjukkan perilaku online cukup kompleks di wilayah kita. Sebagian besar konsumen sekarang cukup memahami privasi online, tetapi kebiasaan virtual dan pengetahuan keamanan mereka masih membutuhkan perubahan," ujar Stephan Neumeier, Managing Director Kaspersky Asia Pasifik dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga: Awas! Kejahatan Siber Terus Mewabah, Modusnya Beragam...

Sebanyak 15.002 konsumen disurvei di 23 negara, 3.012 berasal dari wilayah Asia Pasifik. Beberapa pelanggaran melibatkan insiden berupa akun yang diakses tanpa izin (40%), pengambil-alihan perangkat secara ilegal (39%), pencurian dan penggunaan data rahasia (31%), data pribadi yang diakses oleh seseorang tanpa persetujuan, dan penyebaran informasi pribadi secara publik (20%).

Ironisnya, penelitian yang sama menemukan bahwa lebih dari seperlima pengguna masih secara sukarela membagikan privasi mereka untuk mendapatkan produk atau layanan secara gratis.

Sebanyak 24% responden lainnya juga lalai dalam menjaga privasi dengan membagikan detail akun media sosial untuk kuis hiburan, seperti jenis bunga atau selebritas yang mirip dengan mereka.

Selain itu, dua dari sepuluh konsumen yang disurvei juga mengakui bahwa mereka membutuhkan bantuan untuk mempelajari bagaimana cara melindungi privasi secara online.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini