Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Minggu, 12 Juli 2020

WHO Nyatakan Benua Amerika Episentrum Baru Pandemi Corona, Kenapa?

WHO Nyatakan Benua Amerika Episentrum Baru Pandemi Corona, Kenapa?

Baca Juga

WE Online, Brasilia -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan benua Amerika telah menjadi episentrum baru pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19. Diperkirakan, jumlah kematian akibat virus corona di Brasil dan negara-negara Amerika Latin lainnya akan melonjak hingga Agustus.

"Sekarang bukan saatnya bagi negara-negara untuk mengurangi pembatasan," ujar Direktur WHO untuk Amerika dan Kepala Organisasi Kesehatan Pan Amerika, Carissa Etienne.

Baca Juga: Negaranya Terpuruk Akibat Pandemi Corona, Presiden Brasil Malah Salahkan Media

Benua Amerika telah mencatat lebih dari 2,4 juta kasus virus corona dengan lebih dari 143 ribu kematian. Sementara, jumlah kasus di Amerika Latin telah melampaui Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Etienne memperingatkan, Brasil masih memiliki jalan yang panjang untuk melawan pandemi virus tersebut. Selain itu, WHO juga mengawasi perkembangan pandemi di Peru, Chile, El Salvador, Guatemala, dan Nikaragua.

"Wilayah kami telah menjadi pusat pandemi Covid-19," ujar Etienne.

Sebuah penelitian dari Washington University menyatakan, jumlah kematian akibat virus corona di Brasil bisa naik lima kali lipat menjadi 125 ribu pada awal Agustus.

Selain itu, Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) memperkirakan jumlah kematian di Peru akan mencapai 20 ribu pada Agustus. Hal ini mengindikasikan bahwa kemungkinan sistem kesehatan Peru akan kewalahan.

IHME memproyeksikan kenaikan jumlah kematian di negara Amerika Latin lainnya seperti 12 ribu di Chile, 7.000 di Meksiko, 6.000 di Ekuador, 5.500 di Argentina, dan 4.500 di Kolombia pada Agustus mendatang. IHME menyatakan Kuba memiliki jumlah kematian yang relatif sedikit yakni hanya 82 pada Agustus.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Brasil, Amerika Latin, Pandemi, COVID-19, Virus Corona

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/China Daily

loading...

Recommended Reading