Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Minggu, 12 Juli 2020

Ditopang Bisnis Telkomsel dan IndiHome, Telkom Kantongi Laba Rp18,66 Triliun

Ditopang Bisnis Telkomsel dan IndiHome, Telkom Kantongi Laba Rp18,66 Triliun

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2019 lalu dengan capaian pendapatan konsolidasi sebesar Rp135,57 triliun. Angka tersebut tumbuh Rp4,78 triliun atau 3,7% dari capaian tahun 2018 silam. Pertumbuhan laba tersebut turut mendongkrak capaian laba bersih sebesar 3,5% menjadi Rp18,66 triliun di tahun 2019.

Pendapatan digital business dari entitas anak Telkom, yakni PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) menjadi salah satu kontributor terbesar dari pendapatan grup dengan kenaikan hingga 23,1% menjadi Rp58,24 triliun. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi secara industri pada tahun 2019. 

Baca Juga: Top! Telkom Berhasil Kantongi Cuan Belasan Triliun

Kontribusi pendapatan dari Digital Business meningkat menjadi 64% dari total pendapatan Telkomsel, dari 53% pada tahun sebelumnya, seiring dengan pengembangan berbagai Digital Services seperti Digital Lifestyle, Digital Advertising, Big Data, Digital Enterprise Solution dan Mobile Payment. Telkomsel juga berhasil melakukan pengendalian biaya dengan baik sehingga mampu meningkatkan EBITDA margin menjadi 54,0% dari sebelumnya 53,2%.

Sebagai catatan, pada 2019 lalu, Tekomsel membangun 23.162 BTS 4G LTE baru sehingga turut memperluas jangkauan 4G LTE hingga lebih dari 90% populasi. Hingga akhir 2019, total BTS yang dimiliki Telkomsel mencapai 212.235 dengan 161.938 unit di antaranya adalah BTS 34/4G. 

Baca Juga: Jelang Lebaran, Telkomsel Gaet Rumah Zakat Salurkan 1.339 Paket Bantuan Bagi Warga Kurang Mampu

Selain dari bisnis Telkomsel, pendapatan Telkom juga ditopang oleh kinerja Indihome yang mencatatkan kenaikan pertumbuhan hingga 28,1% menjadi Rp18,3 triliun. Jumlah pelanggan IndiHome tercatat tumbuh 37,2% menjadi 7 juta pelanggan pada tahun 2019. 

Pada segmen Enterprise, pada tahun 2019 lalu Telkom melakukan perubahan kebijakan bisnis dengan berfokus pada lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi yang bersifat recurring terutama pada layanan enterprise solutions, seperti enterprise connectivity, data center dan cloud, dan secara selektif mengurangi dan tidak memprioritaskan solusi bisnis yang memiliki tingkat margin relatif rendah dan non-recurring. Sepanjang tahun 2019 profil bisnis segmen Enterprise menjadi lebih baik dengan pendapatan sebesar Rp18,7 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 14% terhadap pendapatan konsolidasian.

Segmen Wholesale and International Business pada tahun 2019 menunjukkan kinerja yang cukup baik dan menjadi enabler bagi segmen lainnya. Di segmen ini, Telkom memberikan layanan kepada operator telekomunikasi, internet service provider dan digital player baik domestik maupun global. Perseroan mencatat pendapatan segmen ini sebesar Rp10,61 triliun atau tumbuh 5,2% dari tahun sebelumnya, yang memberikan kontribusi sebesar 8% terhadap Pendapatan konsolidasian.

Baca Juga: Guna Atasi Lonjakan Trafik di Tengah Lebaran Virtual, Ini Strategi Telkomsel

Total belanja modal Perseroan pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp36,59 triliun atau 27,0% dari total pendapatan. Belanja modal tersebut terutama digunakan untuk meningkatkan kapabilitas digital dengan terus membangun infrastruktur broadband yang meliputi BTS 4G LTE, jaringan akses serat optik ke rumah, jaringan backbone serat optik bawah laut dan terestrial, serta sebagian juga untuk keperluan bisnis menara. 

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, meyakini bahwa capaian positif tersebut memosisikan Telkom pada jalur yang tepat untuk menjadi digital telecommunication company dengan kapabilitas bisnis digital yang kuat di Indonesia. 

“Pencapaian sepanjang 2019 menunjukkan bahwa Telkom berada pada jalur yang tepat untuk menjadi Digital Telecommunication Company dan berkomitmen tinggi dengan memperkuat kapabilitas bisnis digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan pengalaman digital yang terbaik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia,” tegas Ririek. 

Tag: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), IndiHome, Telekomunikasi, Jaringan 4G, Ririek Adriansyah, Base transceiver station (BTS)

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Kementan.

loading...

Recommended Reading