Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Minggu, 12 Juli 2020

Karena Alasan Ini, PM Belanda Ikhlas Gak Kunjungi Sang Ibu di Akhir Hayatnya

Karena Alasan Ini, PM Belanda Ikhlas Gak Kunjungi Sang Ibu di Akhir Hayatnya

Baca Juga

WE Online, Amsterdam -

Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte tidak menjenguk ibunya pada saaat-saat terakhir sebelum meninggal di sebuah panti jompo. PM Rutte beralasan dia mematuhi aturan penguncian (lockdown) pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona baru (Covid-19).

Ibu pemimpin Belanda, Mieke Rutte-Dilling, (96), meninggal di panti jompo di Den Haag pada 13 Mei 2020. Dia sebelumnya sakit selama berminggu-minggu tanpa dikunjungi putranya.

Baca Juga: Cerpelai Dilaporkan Tularkan Pegawai di Peternakan Belanda, Seperti Apa?

Mengutip laporan surat kabar Belanda, De Telegraaf, Rabu (27/5/2020), pada hari kematian sang Ibu, PM Rutte justru menghadiri pertemuan kabinet tentang respons krisis Covid-19 oleh negara.

Meskipun ibunya tidak meninggal karena Covid-19, ada wabah Covid-19 di panti jompo tersebut. 

"Perdana menteri telah mematuhi semua arahan untuk menghentikan penyebaran infeksi sejak penutupan negara itu diumumkan pada 15 Maret," kata juru bicara Rutte kepada AFP.

 

"Selain kesedihan yang luar biasa dan semua kenangan indah, keluarga saya dan saya juga memiliki perasaan syukur bahwa kami diizinkan membawanya bersama begitu lama," kata Rutte.

 

"Kami sekarang telah mengucapkan selamat tinggal padanya dalam lingkaran keluarga dan berharap untuk dapat menangani kehilangan besar dalam kedamaian ini dalam waktu dekat."

 

Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang menteri Inggris Dominic Cummings, yang merupakan penasihat Perdana Menteri Boris Johnson, dikecam setelah mengakui melanggar lockdown untuk mengemudi dari rumahnya di London ke area pertanian Durham milik orang tuanya pada 27 Maret.

 

Cummings mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa dia bertindak wajar dan dalam batas-batas hukum dalam melakukan perjalanan lintas wilayah Inggris untuk merawat istri dan anak-anaknya, meskipun dia mengalami gejala Covid-19.

 

Belanda, yang menerapkan "penguncian cerdas" dengan batasan yang tidak terlalu ketat dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya, telah membatasi masyarakat untuk mengunjungi panti jompo dan fasilitas perawatan lainnya sejak 20 Maret.

 

Pada hari Senin, pemerintah mengizinkan kunjungan di beberapa fasilitas, sebelum semua panti jompo dapat mulai menyambut pengunjung lagi pada 15 Juni 2020.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Belanda, Mark Rutte, Pandemi, COVID-19, Virus Corona

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Kai Loyens

loading...

Recommended Reading