Ketum Perhumas: PR Harus Ubah Cara Bekerja di Tengah Pandemi

Ketum Perhumas: PR Harus Ubah Cara Bekerja di Tengah Pandemi Foto: Sufri Yuliardi

Ketua Umum Perhumas Agung Laksamana menyampaikan dalam situasi pandemi seperti ini, public relations (PR) harus mulai mengubah cara kerja mereka untuk meraih perhatian audiens.

"Sekarang bukan waktunya untuk hard selling. Konten-konten PR harus menunjukan empati kita kepada masyarakat," ujarnya saat memberikan keynote speech dalam acara Indonesia Corporate Public Relation Award 2020 yang digelar Warta Ekonomi, Selasa (12/5/2020).

Menurut Agung, PR harus lebih kreatif di masa pandemi ini dengan memanfaatan medium digital. Kondisi isolasi akibat Covid-19 telah membuat masyarakat banyak menghabiskan waktu mereka dengan gawai mereka.

Baca Juga: Perhumas Kirimkan Bantuan Covid-19 Senilai Rp100 Juta ke Tangan BNPB

"Ada 350 juta handphone di Indonesia. Sementara penduduk kita hanya 265 juta. Artinya, akses akan lebih banyak via digital. Audiens akan banyak aktif di digital dari sebelum-sebelumnya," katanya.

Isolasi juga membuat kebiasaan konsumen berubah, menurut Agung. Kebosanan berada di rumah membuat akses masyarakat terhadap internet juga meningkat.

"Habit consumen yang berubah. Masyarakat bosan berada di rumah karena akan lebih aktif di platform online dan media sosial selama masa isolasi ini," ujarnya.

"Ini adalah peluang besar bagi PR untuk membuat konten-konten digital secara lebih aktif lagi," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini