Kasihan, Industri Otomotif Bonyok Dihajar Corona

Kasihan, Industri Otomotif Bonyok Dihajar Corona Foto: Sufri Yuliardi

Pandemi Covid-19 menghantam berbagai sektor perekonomian. Kegiatan ekonomi dan usaha terhambat, bahkan beberapa sektor seperti pariwisata hampir kolaps. Hal ini dialami tak hanya oleh negara berkembang seperti Indonesia, tetapi juga negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, termasuk negara pusat wabah berasal yakni China.

Kegiatan konsumsi turun drastis sehingga berpengaruh terhadap kegiatan produksi. Tak hanya di sektor ritel saja, tetapi juga industri otomotif. Beberapa pabrik mobil menutup kegiatan produksinya, meskipun ada yang mulai berproduksi lagi dalam skala terbatas. "Yang kita lakukan sekarang adalah bertahan dan berupaya agar tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK)," tegas praktisi otomotif Fransiscus Soerjopranoto di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional pada kuartal I 2020 mencapai 219.361 unit. Dengan perincian, total penjualan Januari sebanyak 81.067 unit, Februari 77.847 unit, dan Maret 60.447 unit.

Baca Juga: Corona Porak Porandakan Industri Otomotif Eropa, Penjualannya Ambles 55%

Dia menambahkan, pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap ekosistem industri otomotif secara keseluruhan. Soerjopranoto, yang juga menjabat Executive General Manager di salah satu pabrikan mobil Jepang itu mengungkapkan, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan di beberapa daerah membuat penjualan mobil turun.

Namun, dia menilai, langkah PSBB tersebut perlu didukung agar wabah Covid-19 segera berakhir. "Memang ada pengaruhnya di penjualan, tetapi jika wabahnya selesai, maka proses pemulihannya bisa lebih cepat," paparnya.

Frans, begitu dia dipanggil, mengungkapkan, saat ini yang perlu dilakukan adalah kedisplinan masyarakat di dalam mematuhi protokol pencegahan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah. "Disitu kuncinya, kedisiplinan masyarakat mematuhi protokol pencegahan. Sehingga wabah bisa segera selesai," cetusnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini