Desas-desus Data Pengguna Bocor, Bos Bukalapak Angkat Bicara

Desas-desus Data Pengguna Bocor, Bos Bukalapak Angkat Bicara Foto: Sufri Yuliardi

Bukalapak kembali menjadi sorotan soal kebocoran data yang dialaminya, menyusul Tokopedia yang beberapa hari ini mengalami hal serupa. Dikabarkan sebanyak 12 juta lebih data pengguna Bukalapak bocor, dan siap dijual di sebuah forum hacker bernama RaidForums.

Mengenai hal ini, CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin pun angkat bicara. Ia menegaskan data pengguna Bukalapak tetap aman meski tidak menampik bahwa peretasan dan ancaman terhadap data tetap ada.

"Ancaman peretasan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab terhadap industri teknologi digital selalu ada. Perlu ditegaskan bahwa saat ini data konsumen aman di Bukalapak," tulis Rachmat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/4/2020).

Baca Juga: Usai Tokopedia, Sekarang Giliran Data Bukalapak Bocor?

Adapun pemilik akun menyebut yang dijual olehnya dalam RaidForums adalah data tahun 2017.

Rachmat kemudian menjelaskan bahwa Bukalapak saat ini menggunakan sistem keamanan berlapis untuk melindungi data pengguna.

Saat ini, kata dia, Bukalapak menggunakan sistem perlindungan berlapis saat menerima, menyimpan, dan mengolah seluruh data pengguna, antara lain:

  1. Saat menerima: menggunakan metode https sehingga data yang masuk tidak mudah diretas.
  2. Saat menyimpan: menerapkan metode perlindungan termutakhir dengan perlindungan berlapis.
  3. Saat menggunakan dan mengolah: memantau secara ketat sehingga jejak orang yang mengakses, membaca, mengganti atau menghapus data terekam secara baik. Untuk data-data yang sensitif seperti KTP, disimpan di storage khusus dalam periode waktu tertentu yang secara otomatis terhapus untuk melindungi privasi pengguna.

“Keamanan user data adalah prioritas kami sehingga dari waktu ke waktu, kami selalu mengimplementasi berbagai upaya demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan para pengguna Bukalapak serta memastikan data-data pengguna tidak disalahgunakan," pungkas Rachmat.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini