Keren, NPL Modalku Menurun di Tengah Pandemi Covid-19

Keren, NPL Modalku Menurun di Tengah Pandemi Covid-19 Foto: Modalku

Penyebaran pandemi Covid-19 atau virus Corona telah menjadi pandemi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah telah memutuskan mengambil kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, penerapan PSBB ini berisiko membuat perekonomian lesu, lantaran semua kegiatan usaha dan perkantoran harus ditutup sementara, kecuali delapan sektor usaha.

Co-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya mengakui situasi Covid-19 ini tentunya berdampak pada kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia. Di Modalku sendiri, bisnis para UMKM di sektor tertentu yang menjadi peminjam juga ikut terdampak.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Covid-19, OJK Keluarkan 5 Aturan Baru

"Namun, Modalku masih menunjukkan performance yang cukup baik di tengah kondisi pandemi ini," ujar Reynold di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Performan yang baik ini terlihat dari tingkat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Modalku di Indonesia yang justru mengalami perbaikan, yakni 0,8% dari jumlah penyaluran pinjaman di Indonesia.

"Angka ini menunjukan adanya penurunan NPL dibanding tahun 2019, yaitu 1,6%," ungkapnya.

Keberhasilan Modalku dalam menjaga kualitas kredit, jelas Reynold, karena Modalku selalu menggunakan prinsip responsible lending untuk memberikan pinjaman.

"Prinsip ini adalah asas operasi Modalku dalam melakukan penilaian terhadap UMKM peminjam dan kemampuan finansial mereka untuk melunasi pinjaman. Modalku juga memiliki tanggung jawab terhadap para pemberi pinjaman yang turut mendukung perkembangan UMKM," terang Reynold.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini