Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Senin, 01 Juni 2020

  • 16:11 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yuan pada level 7,13 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 3,36% pada level 23.732.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 2,21% pada level 2.915.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,64% pada level 2.552.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,84% pada level 22.062.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,75% pada level 2.065.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,82% pada level 6.126.

Muhammadiyah: Kenapa Begitu Ngotot Tarawih Berjamaah Harus di Masjid

Muhammadiyah: Kenapa Begitu Ngotot Tarawih Berjamaah Harus di Masjid

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir angkat suara soal ibadah sholat tarawih di tengah pandemi corona. Ia mengingatkan jangan setiap hal disikapi seolah dalam kondisi normal, padahal situasinya darurat, termasuk untuk urusan shalat tarawih berjamaah saat wabah COVID-19.

"Jangan semuanya disikapi seolah normal, karena kondisi saat ini darurat," kata Haedar kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Muhammadiyah: yang Imannya Lemah Mengeluh Lagi Puasa, Ada Corona, Tidak ada Pekerjaan dan seterusnya

Dia mengatakan masih ada kecenderungan sebagian umat yang ingin shalat berjamaah di masjid, termasuk saat Ramadhan tiba. Semestinya umat Islam berpikir dan bertindak dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas, lebih-lebih di kala darurat.

Haedar mencontohkan apa yang terjadi di Amerika Serikat menunjukkan corona tidak bisa diremehkan. Di negara yang maju itu wabah COVID-19 melanda sangat dahsyat dan mencatatkan salah satu negara dengan angka terbesar korban meninggal.

Ketum Muhammadiyah mengingatkan jangan menyepelekan wabah tersebut. Meski angka penderita COVID-19 saat ini belum sebanyak negara lain, tetapi sebaiknya Indonesia tetap waspada dan melakukan pencegahan jangan sampai ada ledakan jumlah positif corona.

"Ini bukan soal takut atau berani hadapi wabah, tetapi soal ikhtiar yang dari segi agama maupun ilmu dibenarkan untuk usaha mencegah datangnya wabah agar tidak semakin luas," katanya.

Tag: Muhammadiyah, Virus Corona

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: WE

loading...

Recommended Reading