Harusnya Pemerintah Fokus Bangun Infrastruktur, Pengamat: Jangan Cuma Berharap pada Gas Bumi

Harusnya Pemerintah Fokus Bangun Infrastruktur, Pengamat: Jangan Cuma Berharap pada Gas Bumi Kredit Foto: Antara/Reno Esnir

Pengamat Energi dari ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menyoroti keputusan Menteri ESDM Keputusan menteri ESDM Arifin Tasrif untuk memberikan harga gas industri tertentu kepada PLN sebesar USD 6 per MMBTU di plant gate akan menyurutkan perluasan pemanfaatan gas bumi.

Ia mengatakan kebijakan harga gas yang jauh dari tingkat ekonomi proyek akan membuat pembangunan infrastruktur gas bumi semakin sulit.

"Jika harga gas diatur sedemikian rendah dan tidak memberi ruang bagi perusahaan niaga untuk mendapatkan keuntungan yang layak, jangan berharap terlalu banyak terhadap optimalisasi gas bumi. Dengan biaya dan risiko yang besar, perusahaan niaga tentu akan membatasi ekspansi pembangunan infrastruktur gas bumi," jelasnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Baca Juga: Kementerian ESDM Tegaskan Kebutuhan Batu Bara Lokal Terpenuhi

Baca Juga: Puji Syukur! 4 Proyek Migas Senilai US$45 Juta Tuntas Awal Tahun

Menurut dia, gas bumi Indonesia memiliki katakteristik di mana sumber gas terbagi di wilayah Indonesia Bagian Timur. Sementara itu, konsumsi gas terbesar berada di Indonesia Bagian Barat.

Sambungnya, dalam situasi inilah infrastruktur menjadi kunci dalam mengoptimalkan sumber daya alam nasional ini untuk kepentingan domestik.

"Besarnya cadangan gas bumi yang saat ini ada di Indonesia tak berarti tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Harusnya pemerintah fokus membangun infrastruktur ini jika tak ingin terbebani impor BBM yang semakin besar," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini