Marak Corona, SKK Migas Putar Otak Biar Proyek Hulu Migas Tak Terhenti

Marak Corona, SKK Migas Putar Otak Biar Proyek Hulu Migas Tak Terhenti Foto: Reuters/Jorge Silva

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan melakukan evaluasi terhadap target-target capaian produk hulu migas.

Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Julius Wiratno mengatakan langkah ini dilakukan supaya proyek-proyek hulu migas tetap berjalan sehingga tidak berhenti total.

"Dengan munculnya pandemi virus corona, kami akan melakukan pertemuan dengan KKKS untuk mengevaluasi kegiatan yang dilakukan, termasuk mengevaluasi target capaian proyek," kata Julius di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Baca Juga: Puji Syukur! 4 Proyek Migas Senilai US$45 Juta Tuntas Awal Tahun

Menurut dia, SKK Migas telah mengindentifikasi beberapa dampak yang ditimbulkan Covid-19 terhadap proyek hulu migas. Sejumlah dampak tersebut antara lain transportasi material lebih lama, khususnya pengiriman material dari luar negeri, mobilisasi pekerja ke lokasi lebih sulit karena perizinan dan waktu karantina, kegiatan manufaktur peralatan migas untuk proyek tertunda atau lebih lama, persetujuan pengurusan perijinan lebih lama, serta produktivitas engineering dan konstruksi menjadi lebih rendah.

Pihaknya pun berupaya agar proyek tetap berjalan dan tidak berhenti total. Salah satunya, meminta agar para kepala daerah memberikan privilege terhadap pergerakan manusia dan barang yang dibutuhkan oleh hulu migas, tanpa melanggar kaedah kehati-hatian.

"Dalam menjalankan operasi, kami selalu menjunjung tinggi keselamatan kerja. Oleh karena itu kami juga setuju dengan adanya protokol yang ketat dalam menghadapi wabah Covid-19 ini. Namun demikian, kami berharap agar kegiatan lapangan tetap dapat dijalankan walaupun dengan pergerakan yang berkurang tersebut," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini