Jokowi Pamer RI Gak Masuk 10 Negara Covid-19, Eks Anak Buahnya Ngancem: Hati-Hati Pak!

Jokowi Pamer RI Gak Masuk 10 Negara Covid-19, Eks Anak Buahnya Ngancem: Hati-Hati Pak! Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Ilmuwan dari Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG), Yanuar Nugroho meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berhati-hati dan tidak mengklaim buru-buru dalam menghadapi virus corona atau Covid-19 ini.

Hal tersebut dikatakan sekaligus mengkritisi pernyataan Presiden Jokowit terkait Indonesia tidak masuk 10 negara terbanyak kasus pasien Covid-19.

Menurutnya, perbandingan kasus Covid-19 di Indonesia dengan negara yang masuk 10 besar seperti Amerika Serikat, Jerman, Italia, Korea Selatan dan beberapa negara lainnya tak relevan. Pasalnya, jumlah masyarakat yang sudah dites di Indonesia masih relatif rendah.

Baca Juga: Postingan Facebook Hina Jokowi, Pelaku: Untuk Lelucon Saja

Baca Juga: Pernyataan Jokowi Soal Napi Koruptor Jadi 'Teguran' Buat Yasonna

"Sebaiknya kita berhati-hati dengan klaim ini, Pak Jokowi. Karena di Indonesia yang dites amat sedikit," cuitnya dalam akun Twitternya, Senin (6/4/2020).

Lanjut Eks Deputi II Kantor Staf Presiden era Presiden Jokowi menjelaskan, saat ini perbandingan warga yang sudah dites hanya sekitar 28 orang per 1 juta penduduk. Menurutnya, jumlah tersebut tentu sangat berbeda jauh dengan beberapa negara yang masuk 10 besar kasus covid-19.

Sambungnya, seperti di Jerman, negara yang masuk peringkat dua dalam data ourworldindata.org ini tercatat perbandingan jumlah yang sudah dites mencapai 11.127 ribu per satu juta penduduk.

Kemudian Amerika Serikat yang masuk peringkat pertama sudah mengetes 3.824 ribu per satu juta penduduk.

"Jadi mohon perintahkan test yang masif, Pak. Nuwun," tukasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini