Miris! Meski Permintaan Tinggi, Kopi Jabar Belum Memenuhi Standar Pasar Global

Miris! Meski Permintaan Tinggi, Kopi Jabar Belum Memenuhi Standar Pasar Global Foto: Kementan

Permintaan kopi asal Jawa Barat di pasar internasional tergolong tinggi. Beberapa negara seperti Eropa, Jepang dan Australia sudah menjadi pelamggan setia kopi Preanger asal tanah Pasundan. Namun, tingginya permintaan tersebut tidak diimbangi dengan persyaratan pasar internasional sehingga menimbulkan permasalahan tersendiri. 

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Tatan Pria Sudjana mengatakan persyaratan agar mampu tembus pasar internasional maka harus memenuhi sustainibility, quality dan quantity. Pasalnya, selama ini ketiga persyaratan tersebut belum terpenuhi oleh para petani maupun produsen kopi tanah air. 

"Beberapa persyaratan ini akan kita bangun ke depan," katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (11/3/2020).

Baca Juga: Mentan Syahrul: Peringatan Hari Kopi Momentum Konsolidasi

Baca Juga: 15 Orang Meninggal Akibat DBD di Jabar, Waspada!

Menanggapi hal tersebut, Kadin Jabar melakukan pembinaan terhadap para petani kopi karena selama ini mereka masing-masing memiliki standar tersendiri. 

Hal ini sesuai dengan implementasi dari Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat tentang kopi yang dikeluarkan pada 2018 silam yaitu inisiatif Kadin Jabar dalam memulai Hari Kopi Nasional sekaligus mensosialisasikan tata niaga kopi yang didukung oleh pemda Jabar.

"Diharapkan tata niaga kopi bisa menguntungkan petani," katanya.

Dia menilai tata niaga kopi ini mampu merebu potensi pasar lokal dan nasional termasuk mengakuisisi pasar internasional. 

"Selama ini permintaannya tinggi cuma kita belum mampu mensuplai semua permintaan negara-negara itu. Pasar internasional itu punya standarisasi seperti kualitas, jumlah dan keberlangsungan," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini