Jaga Pertumbuhan, Bhinneka Life Sasar Masyarakat Kelas Menengah

Jaga Pertumbuhan, Bhinneka Life Sasar Masyarakat Kelas Menengah Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) optimis dapat melanjutkan pertumbuhan bisnisnya di tahun ini, kendati masih ada sejumlah tantangan seperti penyebaran virus Corona.

Untuk menjaga momentum pertunbuhan, Direktur Utama Bhinneka Life Wiroyo Karsono mengatakan, pihaknya akan tetap fokus menyasar kelas menengah, lantaran masih banyaknya kelas menengah yang belum memiliki dan paham asuransi jiwa.

"Secara overall sekitar 80% nasabah kita kelas menengah dan tetap fokus di kelas menengah karena jumlahnya masih sangat besar. Kedua, sebagian besar belum punya asuransi, dan ketiga, kalau berbisnis sekaligus membantu masyarakat," ujar Wiroyo kepada Warta Ekonomi di Jakarta belum lama ini.

Baca Juga: Tahun Ketiga, Bhinneka Life Bukukan Laba Rp35 Miliar

Dia menuturkan, saat ini penetrasi asuransi jiwa masih rendah sekitar 7%, sehingga dari 270 juta orang hanya 17-18 juta orang saja yang punya asuransi. Dan dari 17 juta orang itu yang punya asuransi jiwa rata-rata kelws menengah atas dan juga orang kaya. Padahal kelas menengah yang jumlahnya lebih besar bisa dibilang belum tersentuh.

Menurutnya, belum tersentuhnya kelas menengah karena banyak kelas menengah yang belum paham asuransi atau pemahamannya salah seperti merasa asuransi terlalu mahal.

"Nah itu tentu perlu kita berikan pemahaman yang tepat. Asuransi itu mahal untuk orang-orang kaya padahal nggak begitu, asuransi justru paling dbutuhkan untuk kelas menengah dan ada asuransi yang sangat terjangkau," paparnya.

Dia memperkirakan saat ini ada sekitar 50 juta kelas menengah (pendapatannya Rp5-10 juta) yang perlu dilindungi oleh asuransi. Perlindungan ini penting karena kelas menengah ekonominya masih rentan. Sehingga jika kepala keluarganya terjadi sesuatu musibah, sakit, cacat apalagi meninggal itu otomatis ekonomi keluarganya akan hancur. Mereka tidak ada income, aset-aset belum cukup dan yang ada nanti banyak utang. Hal ini membuat keluarganya menjadi menderita dan beban beban buat negara.

"Jumlah 50 juta keluarga menengah ini kalau tidak diprotect asuransi jiwa itu bisa menjadi beban untuk ekonomi bangsa kita. Bisa menjadi masalah bagi anak-anaknya saat sekolah," ucap Wiroyo.

Untuk itu, Bhinneka Life fokus menyasar kelas menengah dengan mengandalkan dua produk andalannya. Pertama, BA (Bhinneka Assurance) Protection, asuransi jiwa yang memberikan perlindungan seumur hidup. Kedua, BA Study, asuransi pendidikan untuk masa depan anak-anak mereka kelak.

Adapun sepanjang tahun 2019, aset bhinneka Life tercatat tumbuh 16% menjadi Rp1,94 triliun dari sebelumnya Rp1,68 triliun. Sementara laba komprehensif (unaudited) naik hampir dari kali lipat dari Rp18 miliar ke Rp35 miliar. Selain itu, Risk Base Capital (RBC) Bhinneka Lige juga berada di level sangat aman yakni 308%, jauh diatas batas minimum 120%.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini