58% Malware Berasal dari Email, Google Siapkan 'Alat Tempur' Baru Buat Atasi Itu

58% Malware Berasal dari Email, Google Siapkan 'Alat Tempur' Baru Buat Atasi Itu Foto: REUTERS/Mike Blake/Files

Ada yang baru dari Gmail, yakni fitur keamanan yang diklaim mampu lindungi akun pengguna dari peretas. Bagaimana cara kerjanya?

Melansir laman BGR (28/2/2020), fitur itu bergantung pada algoritma pembelajaran mesin mendalam. Tujuannya, melindungi akun pengguna dari surat elektonik yang mengandung tautan berbahaya.

"Ke depannya, Google ingin mengurangi kejadian di mana surel berbahaya berhasil masuk ke kotak masuk pengguna," kata perusahaan.

Baca Juga: Google Niat Gandeng Huawei Lagi, Diizinkan Enggak Sama Jajaran Trump?

Dari situ, algoritma mendalam Google bakal mulai memindai lampiran yang masuk ke kotak masuk pengguna guna mencari tautan berbahaya yang disematkan. Menurut perusahaan, algoritma itu sudah dipakai sejak akhir 2019. Sejak saat itu, pemindaian harian dokumen dengan muatan berbahaya meningkat sampai 10%.

Google menambahkan, "pemindai baru kami telah meningkatkan kemampuan deteksi surel berbahaya hingga 150%. Itu menggunakan model pembelajaran TensorFlow yang berbeda dari yang dilatih debgan TFX ."

Penganalisa dokumen bertanggung jawab untuk menguraikan dokumen, mengidentifikasi pola serangan umum, mengekstraksi makro, menampilkan kode asli konten, dan melakukan ekstraksi. Pemindaian itu akan beroperasi dengan teknologi standar sehingga hasil gabungannya akan dipakai untuk ambil keputusan pemblokiran dokumen berbahaya.

Google mencatat, dokumen jahat mewakili 58% malware yang menargetkan pengguna Gmail. Karena itu, fitur tersebut dianggap penting untuk para penggunanya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini