Pacu Produksi, SKK Migas Lirik Sumur Tua

Pacu Produksi, SKK Migas Lirik Sumur Tua Foto: Sufri Yuliardi

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan bahwa sumur tua di Indonesia masih memiliki potensi cadangan yang besar. Untuk itu, jika dikelola dengan baik, dapat berpeluang menambah produksi minyak nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat lokal.

"Untuk meningkatkan produksi minyak nasional, salah satu yang bisa berpotensi adalah sumur tua yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno, di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Baca Juga: SKK Migas dan IISIA Komitmen Serap Ratusan Ribu Ton Pipa dan Baja dalam Negeri

Julius mengtakan, sejak keluarnya Peraturan Menteri ESDM No 1 Tahun 2008, mulai tahun 2009 telah berproduksi pengusahaan sumur tua dan pada puncak produksi pernah berkontribusi sebesar 2.143 BOPD.

Menurutnya, puncak pengelolaan sumur tua pernah mencapai 1993 sumur yang dikelola 20 KUD/BUMD di berbagai wilayah Indonesia. Namun, saat ini jumlahnya menurun menjadi 1.400 sumur tua.

Ia menegaskan bahwa pengusahaan sumur tua memiliki potensi strategis dan ekonomis. Visi bersama meraih kembali 1 juta BOPD perlu implementasi yang masif termasuk di dalamnya adalah pemanfaatan sumur tua yang masih memiliki potensi.

Pada sisi lain, pengusahaan sumur tua oleh BUMD/KUD akan memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi lokal, termasuk kesejahteraan masyarakat setempat.

"Selain potensi, sumur tua juga memiliki dampak negatif. Jika dikelola tidak sesuai ketentuan yang ada, akan marak sumur-sumur ilegal yang perlu menjadi perhatian serius dengan memperhatikan aspek keamanan operasi, lingkungan, dan keamanan," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini