Xenofobia, Motif Utama Pelaku Penembakan di Jerman

Xenofobia, Motif Utama Pelaku Penembakan di Jerman Kredit Foto: Ilustrasi.

Menteri Dalam Negeri Jerman, Peter Beuth mengatakan, pelaku penembakan di Hanau memiliki motif xenofobia. Setelah melakukan aksi penembakan di dua tempat, pelaku melarikan diri ke rumahnya kemudian bunuh diri.

Polisi menemukan jenazah lain di kediaman pelaku yang diketahui adalah ibunya dengan luka tembak. Beuth mengatakan, polisi saat ini masih melakukan penyelidikan. Menurut Beuth, pelaku memiliki senjata secara legal dan merupakan atlet cabang olahraga menembak.

Baca Juga: Pelaku Penembakan di Jerman Ditemukan Tewas di Rumahnya, Polisi Bilang...

Xenofobia adalah ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain atau yang dianggap asing. Beuth belum mengetahui siapa saja orang-orang yang mengunjungi bar shisha saat serangan terjadi.

Sembilan orang tewas dalam dua rangkaian penembakan di bar sisha di kota Hanau, Jerman barat. Sementara itu, beberapa orang lainnya terluka setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan pada Rabu sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Sisha atau yang biasa disebut dengan hookah merupakan gaya merokok ala Timur Tengah. Cara merokok shisha berbeda dengan mengisap rokok tembakau pada umumnya. Shisha menggunakan tabung yang berisi air. Di dalam tabung itu, tembakau dipanaskan dengan ditambahkan rasa buah-buahan.

BBC melaporkan, insiden penembakan pertama terjadi di bar sisha Midnight yang terletak di pusat kota Hanau, sekitar 25 kilometer di timur Frankfurt. Saksi mata melaporkan telah mendengar puluhan kali tembakan. Setidaknya tiga orang tewas dalam penembakan di bar sisha tersebut.  

Tersangka kemudian melarikan diri dengan sebuah mobil berwarna gelap ke wilayah Kesselstadt. Dia kembali melepaskan tembakan ke Arena Bar & Cafe. Lima orang tewas di bar tersebut. Polisi memburu pelaku selama kurang lebih tujuh jam. Pelaku ditemukan tewas di kediamannya.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini