Ini Sosok Bos Xiaomi yang Dikenal Sebagai 'Steve Jobs' Asia

Ini Sosok Bos Xiaomi yang Dikenal Sebagai 'Steve Jobs' Asia Foto: Sufri Yuliardi

Xiaomi merupakan ponsel pintar asal China yang sukses menarik pasar di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Bahkan, Xiaomi berhasil menyalip Samsung pada kuartal II 2014 sebagai kategori ponsel paling tenar. Lei Jun yang merupakan pendiri Xiaomi dijuluki sebagai 'Steve Jobs'-nya Asia yang saat ini memiliki kekayaan sekitar US$ 8,1 miliar atau setara dengan Rp 113,4 triliun.

Untuk diketahui, Lei Jun merupakan pria kelahiran Xiantao, Hubei, China pada 16 Desember 1969. Daerah kelahirannya merupakan penghasil produk tekstil, pertanian dan padi kecil.

Pada awal pendirian Xiaomi di kuartal I tahun 2020, Xiaomi mengaku fokus kepada custom ROM yang berbasis Android. Seiring berjalannya waktu, Xiaomi pun melebarkan sayap dan berkembang semakin maju dalam menciptakan perangkat keras mulai dari smartphone, laptop, rice cooker hingga gelang.

Xiaomi didirikan oleh Lei dan Lin Bin yang merupakan mantan pejabat di Google. Konsep yang diusung untuk Xiaomi adalah harga murah namun berkualitas tinggi. Harga jualnya bahkan hanya separuh dari merek Apple dan Samsung.

Sejak awal peluncuran, Xiaomi disebut-sebut sebagai ponsel yang merusak harga pasaran. Hal ini lantaran dengan spesifikasi tinggi, Xiaomi dapat dimiliki dengan harga murah sehingga sangat cepat menggugah hati dan minat konsumen.

Bahkan banyak juga lho pengguna yang menobatkan dirinya sebagai Mi Fans sehingga mengantarkan Xiaomi sebagai merek handphone top di dunia.

Memang Lei Jun adalah seseorang yang sangat mengagumi Steve Jobs sejak muda, sejak ia masih mengenyam pendidikan di Universitas Wuhan jusuran teknik. Saat itu, ia membaca artikel Fire in the Valley karya Paul Frieberger dan Michael Swaine tentang awal mula industri personal computer. Sejak itu, ia bertekad untuk mengikuti jejak idolanya, Steve Jobs.

Dilansir dari South China Morning Post, Lei Jun mengaku sangat menyukai isi tulisan buku tersebut.

"Saya sangat terpengaruh dengan tulisan di buku itu, bahkan saya juga ingin mendirikan perusahaan raksasa. Jadi saya berupaya untuk lulus kuliah dengan cepat," ujar dia.

Lulus dari Wuhan University, Lei pun membantu pendirian developer perangkat lunak Kingsoft pada tahun 1992. Sehingga ia diangkat menjadi kepala eksekutif tahun 1998 dan membawa perusahaan sukses melantai di bursa saham Hong Kong.

Meskipun masih berperan dalam Kingsoft, Lei juga terlibat dalam pendirian Joyo.com, yang merupakan sebuah toko buku online dan situs e-commerce yang dijual ke Amazon.com dengan harga US$ 75 juta.

Sejak itulah, Lei menjadi investor terkenal di China. Ia  masuk ke saham penjual pakaian ritel online Vancl dan jejaring sosial berbasis video, yang kemudian sahamnya diperjualbelikan di Amerika Serikat (AS).

Seorang penulis buku Beta China: The Dawn of a Innovation Generation, Hamish McKenzie menjelaskan karir Lei sangat cemerlang. Ia akan menjadi pengusaha dan investor yang luar biasa.

"Apa yang ia lakukan dengan Xiaomi adalah kegigihan usaha-usahanya selama ini. Ia layak disejajarkan dengan Steve Jobs, Larry Page dan Bill Gates," ungkapnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini