Sakitnya Tuh di Sini, Bank Permata Jadi Korban PHP Lagi

Sakitnya Tuh di Sini, Bank Permata Jadi Korban PHP Lagi Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT Bank Permata Tbk (BNLI) kembali menjadi korban pemberi harapan palsu (PHP). Pasalnya, sang calon pembeli, yakni Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC) Group Holdings dan DBS Group Holdings (DBS) dikabarkan telah membatalkan rencana akuisisi 90% saham Bank Permata senilai US$1,9 miliar. 

Melansir dari Reuters, alasan utama yang membuat Bank OCBC menarik diri dari rencanan akusisi tersebut ialah hasil uji tuntas atau due dilligence Bank Permata yang tidak sesuai dengan harapan perusahaan. 

Baca Juga: Analis Perbankan: Digoyang Rumor, Saham Bank Permata Justru Naik

"Meskipun OCBC dan DBS telah menunjukkan ketertarikan atas penjualan (saham) BNLI, mereka tidak lagi mengejar hal itu," jelas seorang sumber kepada Reuters, dikutip pada Senin (18/11/2019). 

Adapun sebelumnya, OCBC dan DBS mengutarakan niatnya untuk memborong saham Bank Permata dari dua pemegang saham utama saat ini, yaitu PT Astra International Tbk (ASII) dan Standard Chartered. Tujuannya tidak lain adalah ekspansi bisnis OCBC dan DBS di wilayah ASEAN. 

Baca Juga: Satu Lagi Bank Internasional Kepincut Akuisisi, Saham Bank Permata Jadi. . . .

Meskipun untuk ke sekian kalinya Bank Permata gagal menemukan 'tuan' baru, masih ada beberapa nama yang diklaim berminat untuk mengakuisisi Bank Permata, di antaranya adalah Mizuho yang tengah membidik sejumlah 44,6% saham Bank Permata milik Standard Chartered.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini