Resmi Berpredikat Bank "Sehat", Bank DBS Beberkan Resep!

Resmi Berpredikat Bank "Sehat", Bank DBS Beberkan Resep! Foto: Ibtimes.com

PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS) baru saja mendapat penghargaan untuk Bank Berpredikat “Sehat” pada Kategori BUKU 3 Dengan Aset Antara 50-100 Triliun dari Warta Ekonomi. Penghargaan tersebut dinilai berdasarkan Profil Risiko (Risk-Profile), Aspek Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance), Aspek Rentabilitas (Earnings), Aspek Permodalan dan aspek kinerja intermediasi. 

 

Terkait dengan predikat tersebut, Managing Director Chief Operating Officer Strategy & Planning Bank DBS, A. Bimo Notowidigdo mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi pengahrgaan yang diberikan. Hal tersebut menandakan bila apa yang sudah dilakukan Bank DBS dalam mengelola resiko, GCG dan lain sebagainya telah berjalan dengan baik. 

 

“Kita sanagat apresiasi dari Warta Ekonomi yang kita anggap salah satu media yang memang bener kenal perekonomian dan perbankan kita.  Kita bisa mendapat predikat sehat, rasa-rasanya juga suatu tanggapan real dari media bahwa apa yang sudah kita lakukan dalam kelola resiko, GCG kita ini sudah berjalan dengan bak, jadi paling tidak kalau kita sudah berusaha dari dalam dari luar juga mandang dengan baik yah, kita bangga juga yah,“ ujar pria yang akrab disapa Bimo ini, saat mengahadiri acara Best Bank Award 2019 yang di gelar Warta Ekonomi, di Jakarta, Jumat (15/11/2019). 

 

Baca Juga: Ajak Nasabah Peduli Lingkungan, Digibank by DBS Tawarkan ST006

 

Dalam kesempatan ini, Bimo pun membeberkan beberapa rahasia perusahaan agar menjadi bank “Sehat”. Ia menyatakan bila guna meningkatkan kinerja bank hal yang harus dilakukan adalah memenuhi kebutuhan setiap nasabah. Dengan slogan “Live more, bank less” Bank DBS pun berupaya untuk terus memenuhi segala kebutuhan nasabah. 

 

“Untuk menumbuhkan bisnis, kita itu tidak terlepas dari nasabah-nasabah kita, dalam arti bagaimana kita tetap dan terus bisa mengantisipasi kebutuhan itu seperti apa. Paling tidak kalau kita lihat perbankan, bagaimana kita bisa meemenuhi kebutuhan mereka, dan sudah mempersiapkan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan,” ucapnya.

 

Baca Juga: Gandeng Hipmi, Bank DBS Dorong Pertumbuhan UKM di Indonesia 

 

Salah satu yang dilakukan Bank DBS yakni dengan menghadirkan aplikasi Digibank yang diluncurkan pada tahun 2017 lalu. Pasalnya, menurut Bimo saat ini wajah perbankan di tanah air sudah berubah drastis dengan berkembangnya teknologi. Sehingga, perbankan pun dituntut untuk melakukan digitalisasi terhadap setiap produk yang ditawarkan.  

 

“Kalau kita lihat sekarang muka perbankan sudah berubah drastis sekarang sudah gak zaman lagi orang harus ke cabang, sekarang semua berpegang pada gadget, ibaratnya lebih pusing ketinggalan hp dari pada ketinggalan dompet di rumah. Nah, dengan visi seperti ini kita dengan tema DBS live more bank less kita maksudnya bagaiman bisa menjadikan banking itu invisible, gak berasa kalau kita melakukan transaksi perbankan,” terangnya. 

 

Namun begitu, dirinya menuturkan bila Bank DBS pun tetap fokus untuk mengelola setiap resiko yang muncul dari segala aspek. “Jadi kita lihat kalau mau jaga performance kita bener-bener harus ngikutin apa kebutuhan nasabah. Tapi disaat bersamaan juga bagaimana kita kelola  resiko karena apapun yang kita lakukan tentu ada resikonya, jadi itu pun harus kita jaga,” pungkasnya. 

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini