Indonesia Peringkat 16 Negara Paling Gemar Membaca, Ternyata Ini yang Dilakukan Pemerintah

Indonesia Peringkat 16 Negara Paling Gemar Membaca, Ternyata Ini yang Dilakukan Pemerintah Foto: Sufri Yuliardi

Perpustakaan Nasional Indonesia kembali menggelar Penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka, ajang penghargaan tertinggi yang Perpustakaan Nasional RI (Perpunas). Penghargaan ini diberikan kepada pihak-pihak yang telah memberikan kontibusi besar bagi pengembangan perpustakaan, literasi dan minat baca di daerahnya.

Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpustakan Nasional RI, mengungkapkan, Undang-undang Nomor 43 tahun 2007, tentang Perpustakaan menyatakan, bahwa pusat dan daerah memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berhasil melakukan gerakan pembudayaan gemar membaca. Sebab pembinaan kegemaran budaya membaca merupakan modal dasar untuk memperbaiki kondisi indeks pembangunan manusia.

Baca Juga: Dukung Budaya Literasi, Sinar Mas Land Berikan Buku dan Sarana Perpustakaan Digital

Perpustakaan sendiri, menjadi media penerang terhadap perkembangan intelektual masyarakat. Perpustakaan yang timbul dari keinginan masyarakat akan menjadikan kegiatan di perpustakaan berjalan dengan baik. Masyarakat juga akan mendapatkan nilai tambah.

"Nugra Jasadarma Pustaloka tidak sekedar piagam dan piala, tetapi kesejahteraan masyarakat sebagai dampak nyata penguatan literasi adalah penghargaan dan piala yang sesungguhnya,” jelas Syarif, kepadda wartawan di sela-sela malam penghargaan, di Jakarta Theater, Kamis (5/9/2019).

Syarif menambahkan, pemerintah telah mencanangkan tanggal 10 September sebagai hari gemar membaca, yang dicanangkan oleh Presiden ke-5 Indonesia, Megawati, pada tahun 2013. Sejak saat itu, perpustakaan jadi urusan wajib dan harus ada dan melembaga hingga di daerah-daerah.

Baca Juga: Daya Membaca Orang Indonesia Rendah, Anies Contohkan ini...

“Berdasarkan Permendagri No 33 tahun 2019 tentang pedoman penyusunan APBD tahun 2020, agar di dalamnya harus ada anggaran perpustakaan,” tegas Syarif.

Nugra Jasadarma Pustaloka tahun ini diberikan untuk kategori lomba pustaka, lomba bercerita (story telling), lomba perpustakaan sekolah tingkat SMA/SMK/MA, lomba perpustakaan umum desa/kelurahan, pustakawan berprestasi, pelestari naskah, birokrat, tokoh masyarakat, masyarakat, jurnalis, media massa, dan lifetime achievement.

“Kriteria penilaian diantaranya berstandar internasional, melibatkan juri dari sejumlah kampus ternama yang juga membina ilmu perpustakaan,” jelas Syarif.

Salah satu yang menarik dari penerima penghargaan tersebut, menurut Syarif, dalam kategori pelestarian naskah, dimana salah satu penerima penghargaan telah melakukan pemeliharaan naskah penting selama 50 tahun dengan baik dan diserahkan kepada perpustakaan. Ada lagi, salah satu penerima penghargaan berhasil mengembalikan naskah berusia 206 tahun dari Britis London, yang dilakukan bersama Sri Sultan Hamengkubuwono.

Baca Juga: Jangan Bosan Membaca! 9 Buku Rekomendasi Warren Buffett Ini Wajib Kamu Punya

“Total naskah saat ini, digital berjumlah tiga miliar, buku cetak 5 juta. Gerakan membaca sendiri telah mengantaskan Indonesia di urutan 16 besar negara paling gemar membaca, mengalahkan Korea dan Jepang, yang berada di peringkat 28 dan 29,” ungkap Syarif.

Dalam penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka dikemas dalam balutan konsep hiburan bertajuk “Gemilang Perpustakaan Nasional” dengan menghadirkan performance dari Anji, Kahitna, dan Hanin Dhiya. Gemilang Perpusnas 2019 dipandu host Ersa Mayori dan Indra Herlambang, dihadiri oleh MenpanRB, Gubernur, Bupati, Wali Kota, Kepala Dinas Perpustakaan, Duta Baca Nasional dan daerah, pegiat minat baca dan literasi, organisasi profesi, dan mitra perpustakaan.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini