Enggar Fokus Genjot Peningkatan Nilai Perdagangan, Ini Caranya

Enggar Fokus Genjot Peningkatan Nilai Perdagangan, Ini Caranya Foto: Kementerian Perdagangan

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) siap menghadapi berbagai tantangan global dan domestik yang akan memengaruhi kinerja perdagangan saat ini. Untuk itu, pihaknya akan meningkatkan perdagangan yang bernilai tambah dan berdaya saing di tingkat global guna mencapai target kinerja sektor perdagangan di 2019.

"Target kinerja sektor perdagangan tahun ini, yaitu menjaga tingkat inflasi pada angka 3,5%, meningkatkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5%, dan membangun atau merevitalisasi 1.037 pasar rakyat," kata Enggar sapaan akrabnya di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Enggar mengatakan, agar dapat unggul dan berdaya saing di kancah global, pihaknya telah melakukan  berbagai upaya yang telah dijalankan selama ini dalam mewujudkan peningkatan nilai tambah dan daya saing perdagangan Indonesia, yaitu dengan optimalisasi distribusi perdagangan, optimalisasi peran ekonomi digital, dan pengembangan perdagangan luar negeri terpadu.

Baca Juga: Kemendag Klaim Omzet Pasar yang Direvitalisasi Naik 20%

Untuk optimalisasi distribusi perdagangan dilakukan dengan membangun atau merevitalisasi 5.000 pasar rakyat secara fisik maupun nonfisik, memanfaatkan gerai maritim untuk menurunkan disparitas harga dan dapat menjangkau daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan perbatasan, serta menjadikan sistem resi gudang menjadi bagian dari upaya stabilisasi harga bahan pokok dan mendorong kinerja ekspor komoditas.

Sementara untuk optimalisasi peran ekonomi digital dilakukan dengan mendorong peningkatan produk UMKM Indonesia memasuki laman pemasaran (marketplace) lokal. Pertumbuhan nilai transaksi perdagangan elektronik Indonesia tumbuh 49% per tahun pada periode 2015-2018 dan nilainya mencapai US$27 miliar pada 2018.

Diprediksi nilainya akan menjadi US$130 miliar pada 2020 dengan jumlah pembeli mencapai 65 juta orang. Sementara berdasarkan survei idEA, baru sekitar 16% UMKM memanfaatkan niaga elektronik (e-commerce).

"Daya saing digital Indonesia masih perlu ditingkatkan. produk UMKM Indonesia harus menjadi tuan rumah di platform niaga elektronik lokal," tegas Enggar.

Sementara pengembangan perdagangan luar negeri terpadu akan berkontribusi pada peningkatan partisipasi Indonesia dalam rantai nilai global (global value chain/GVC). Mendag menekankan bahwa fokus pemilihan industri menjadi kunci penting bagi peningkatan ekspor produk bernilai tambah.

Saat ini, lanjut Mendag, Indonesia masih bergantung pada ekspor produk agrikultur dan barang tambang yang sedikit memberikan nilai tambah. Perjanjian dan kerja sama perdagangan juga harus ditingkakan karena terbukti meningkatkan nilai ekspor nonmigas.

"Untuk itu, kami akan mendorong promosi ekspor terpadu, di mana promosi ekspor tidak lagi terpisah, namun terintegrasi dengan perundingan kerja sama perdagangan dan pengamanan perdagangan," pungkasnya.

Baca Juga: Kemendag Dorong Kayu Olahan Indonesia Kuasai Pasar Global

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini