Membangun Knowledge Base Society Hadapi Industri 4.0

Membangun Knowledge Base Society Hadapi Industri 4.0 Foto: Sufri Yuliardi

Dalam memasuki industri 4.0, perpustakaan berperan penting dalam menciptakan manusia yang berkualitas, mandiri, dan berdaya saing di era global, yakni dengan membangun ekosistem masyarakat berpengetahuan (knowledge based society). Penguatan gerakan literasi adalah salah satu bagian dari rencana strategis yang diusung perpustakaan. Gerakan ini memerlukan ikhtiar kolektif dari masyarakat.

Demikian dikatakan oleh Woro Titi Haryanti, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional RI dalam Rakornas Bidang Perpustakaan di Hotel Bidakara, Senin (11/3/2019). Menurutnya, gerakan kolektif ini menghidupkan tradisi dan budaya baca di masyarakat secara sistematik.

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) meyakini ekosistem masyarakat berpengetahuan dapat menjadi pondasi sosial yang sangat kokoh untuk mendorong proses transformasi masyarakat menuju kehidupan yang lebih sejahtera, adil, dan makmur.

Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 juga telah menetapkan penguatan literasi untuk kesejahteraan sebagai salah satu kegiatan prioritas nasional, dan masuk dalam tema RPJMN 2020-2024. Transformasi layanan perpustakaan yang kini berbasis inklusi sosial, menjadi ruang terbuka bagi masyarakat berbagi pengalaman, belajar secara kontekstual, dan berlatih keterampilan hidup.

"Penguatan literasi untuk kesejahteraan ini diharapkan menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing di era industri 4.0," ujar Woro.

Baca Juga: Peduli Proses Belajar Membaca pada Anak, Generali Dukung Workshop untuk Para Pendidik

Woro manambahkan, Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2018 juga mengamanatkan Perpusnas sebagai penanggung jawab penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perpustakaan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di daerah. Selain transformasi layanan berbasis inklusi sosial, arah kebijakan Perpres tersebut mencakup pemerataan layanan perpustakaan hingga ke desa, peningkatan akses literasi informasi terapan dan inklusif, pendampingan masyarakat untuk literasi informasi, peningkatan manfaat TIK, penguatan kerja sama dan jejaring perpustakaan, peningkatan budaya dan kampanye gemar baca, peningkatan kualitas dan keberagaman koleksi, hingga pelestarian kandungan informasi bahan perpustakaan dan naskah kuno.

Rakornas Bidang Perpustakaan 2019 juga difokuskan pada upaya Perpusnas untuk memantapkan program dan kegiatan Rencana Strategis (Renstra) Perpusnas 2015-2019, serta perumusan rencana pembangunan di bidang perpustakaan pada 2020. Rakornas Bidang Perpustakaan 2019 mengusung tema Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

Rakornas yang akan berlangsung pada 13-16 Maret 2019 diikuti sekitar 2.000 peserta dari dinas perpustakaan provinsi/kabupaten/kota, Bappeda, asosiasi penerbit atau pengusaha rekaman, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi, khusus, dan sekolah, serta para pustakawan. Adapun beberapa narasumber yang akan hadir, di antaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Wakil Ketua Ombudsman Adrianus E Meliala, Pimpinan Komisi X DPR-RI, Kepala Perpusnas, Duta Baca Indonesia Najwa Shihab.

Baca Juga: 4 Buku Karangan Miliarder Dunia, Wajib Baca!

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini