BI Yakin Ekonomi RI Makin Kinclong Didorong Infrastruktur

BI Yakin Ekonomi RI Makin Kinclong Didorong Infrastruktur Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, optimis perekonomian Indonesia akan tumbuh semakin baik dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini didukung oleh mulai terasanya dampak pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara masif selama lima tahun terakhir. Selain itu, ekspor dan investasi juga akan menunjang perekonomian ke depan.

"Investasi dan ekspor juga akan lebih tinggi. Perkiraan kami, pertumbuhan ekonomi akan naik tidak dalam dua tahun ini tapi seterusnya karena dampak dari infrastruktur. Kebijakan lima tahun ini akan segera kita rasakan. Ini yang kemudian akan meningkat 6%," ujar Perry dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Baca Juga: BI Dorong Generasi Muda Kenali Peluang Ekonomi dan Keuangan Digital

Dia mengatakan, seharusnya ekonomi Indonesia bisa lebih tinggi dari 5,17% di 2018. Namun, hal itu tertahan akibat kondisi global yang masih menantang dan penuh ketidakpastian. "Kalau negara lain tidak tahan dengan ketidakramahan dunia, Alhamdulillah kita tahan. Bahkan kita tidak hanya menjaga stabilitas, tapi cenderung naik," paparnya.

Menterengnya ekonomi RI bisa dilihat dari pertumbuhan di beberapa komposisi ekonomi dalam negeri, seperti konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh di atas lima persen.

"Lihat komposisinya, konsumsi rumah tangga itu 5,05% di atas 5%. Investasi itu sudah tumbuh di tahun lalu. Kalau kita jumlah, pertumbuhan ekonomi domestik itu tumbuh 5,5%. Tapi kenapa kuotanya 5,17%, ya itu ekspornya, lupa produksi dalam negeri. Jadi, perlu naikkan value added biar impornya tidak tinggi," jelasnya.

Selain itu, perekonomian daerah tumbuh kuat terutama di luar Jawa. "Tapi hati-hati. Keberlangsungan daerah-daerah ini tergantung pada harga komoditas. Ini pola pertumbuhan yang parsial," cetus Perry.

Baca Juga: Konsumsi dan Investasi Jadi Andalan Pertumbuhan 2019

Meskipun begitu, ketahanan ekonomi RI masih kuat dalam menghadapi gejolak perekonomian global. Kondisi ini membuat Perry percaya, ekonomi Indonesia bisa tembus enam persen dalam empat hingga lima tahun ke depan.

"Optimistis pertumbuhan tinggi, rupiah stabil, inflasi rendah. Ke depan Insya Allah sepanjang ada kontinyuitas ini bisa ke arah enam persen dalam empat sampai lima tahun ke depan," tegas dia.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini