Per Februari 2019, Nilai Tukar Petani Anjlok

Per Februari 2019, Nilai Tukar Petani Anjlok Foto: Antara/Dedhez Anggara

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) per Februari 2019 sebesar 102,94 atau turun 0,37% dari NTP Januari sebesar 103,33.

Penurunan NTP pada bulan lalu disebabkan oleh penurunan indeks harga hasil produksi pertanian yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan pada indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian.

Sebagai informasi, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. Dari NTP, dapat pula diketahui daya tukar (terms of trade) produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Baca Juga: Januari 2019, Nilai Tukar Petani Naik 0,16%

Baca Juga: Harga Beli Hasil Pertanian Turun, NTP April 2018 Anjlok 0,32%

Garis besarnya, semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat tingkat kemampuan atau daya beli petani. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,53%, lebih besar dibandingkan dengan penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,16%.

"Penurunan NTP Februari dipengaruhi oleh penurunan NTP pada dua dari lima subsektor pertanian," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Dua subsektor mengalami penurunan NTP, yaitu tanaman pangan sebesar 0,80% dan tanaman hortikultura sebesar 1,47%. Sebaliknya tiga subsektor lainnya mengalami kenaikan NTP, yaitu tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,71%, peternakan sebesar 0,05%, dan perikanan sebesar 0,26%.

Menilik regional, NTP Riau mengalami kenaikan tertinggi 1,58%. Sebaliknya, NTP Sulawesi Tengah mengalami penurunan terbesar, yakni 1,47% dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini