Gubernur Jambi Imbau Petani Tak Alih Fungsikan Lahan

Gubernur Jambi Imbau Petani Tak Alih Fungsikan Lahan Foto: Sufri Yuliardi

Gubernur Jambi Zumi Zola minta petani di wilayahnya agar tidak ada yang mengalihfungsikan lahan pertanian ke sektor lain mengingat permintaan bahan pangan terus meningkat.

"Kepada para petani agar memanfaatkan lahannya secara maksimal dan tidak ada yang alih fungsi. Kita harus mempertahankan lahan yang sudah ada mengingat permintaan akan bahan pangan terus meningkat," katanya usai menghadiri Rakor Ketahanan Pangan di Jambi, Kamis (28/9/2017).

Saat ini, kata Zola, penduduk terus bertambah, sedangkan lahan pertanian terus berkurang. Oleh karena itu, perlu peningkatan produktivitas pertanian untuk memenuhi permintaan tersebut.

"Yang biasa panen satu kali setahun kita tingkatkan bisa menjadi dua kali atau tiga kali setahun. Bagaimana caranya kita bisa surplus pangan," katanya.

Zola minta para bupati/wali kota agar membuat daftar tanaman yang cocok untuk daerah masing-masing serta komoditas dan alat mesin pertanian yang harus dibantu Pemerintah Provinsi Jambi agar bantuan yang diberikan tepat sasarant.

Ia?mengingatkan bahwa Rakor Ketahanan Pangan itu bukan sekadar formalitas, melainkan harus diimplementasikan untuk peningkatan kedaulatan pangan di masing-masing kabupaten/kota. Ia berharap Provinsi Jambi bisa swasembada bahkan surplus pangan, terutama beras, kacang tanah, kedelai, ubi rambat, ubi kayu, ikan, telur, dan daging.

"Saya juga mengharapkan agar petani di kabupaten/kota mendapatkan perlindungan hukum untuk ketahanan pangan di daerah, serta alih fungsi lahan tidak terjadi lagi," katanya lagi.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi yang hadir dalam rakor itu mengatakan rakor dilaksanakan untuk mengoordinasikan berbagai program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh BKP dengan fokus pada program gerakan diversifikasi pangan, dan menyelesaikan permasalahan di daerah-daerah rawan pangan.

Agung berharap Dewan Ketahanan Pangan di seluruh daerah khususnya di Jambi terus diaktifkan sehingga mampu melakukan analisis dan kajian terhadap ketersediaan pangan, termasuk di dalamnya permasalahan distribusi dan konsumsi, serta keamanan pangan. (CP/Ant)

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini