Harga Anjlok, Petani Karet di Sumsel Menjerit

Harga Anjlok, Petani Karet di Sumsel Menjerit Foto: Antara/Abriawan Abhe

Sejumlah petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, mengeluhkan harga jual karet saat ini menurun dari Rp8.700 menjadi Rp8.200 perkilogram.

"Harga getah karet sebelumnya Rp8.700 per kilogram (Kg) turun menjadi Rp8.200 per Kg," kata David, petani asal Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) di Baturaja, Kamis (28/9/2017).

Menurut dia, sejak sepekan terakhir nilai jual getah karet mingguan ke pihak pengepul mengalami penurunan harga Rp500 per Kg, sehingga membuat sejumlah petani mengeluh karena penghasilan yang diperoleh dari menyadap tidak mencukupi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah dapat menaikan harga karet," kata Samsul petani karet asal Desa Terusan Kecamatan Baturaja Timur menambahkan.

Samsul mengatakan, turunnya harga komoditas itu hampir bersamaan dengan perubahan cuaca musim penghujan seperti sekarang ini, dimana terjadi peningkatan jumlah produksi getah karet.

Ia mengemukakan, saat musim penghujan menjadi berkah bagi petani karet karena produksi getah yang diperoleh cukup banyak rata-rata mencapai 50 Kg dari hasil menyadap kebun seluas satu hektare yang dikumpulkan selama 10 hari.

"Kalau musim hujan bisa sekitar 70 Kg yang saya kumpulkan dari hasil menyadap setiap hari atau selama 10 hari. Sedangkan saat kemarau hasil sadapan getah sangat sedikit hanya kisaran 40 Kg terkumpul dalam waktu yang sama," katanya.

Hanya saja, kata dia, kemarau beberapa waktu lalu meskipun produksi yang diperoleh merosot, namun petani dapat bernafas lega karena harga karet mengalami kenaikan antara Rp8.700-Rp8.900 per kg.

"Pastinya harapan kami kenaikan harga seiring dengan hasil produksi yang diperoleh berlimpah," ujarnya. (CP/Ant)

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini