Memperkuat Citra Sawit dengan Perbaikan Sistem Ketenagakerjaan

Memperkuat Citra Sawit dengan Perbaikan Sistem Ketenagakerjaan Foto: Vicky Fadil

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) melakukan kerja sama dengan serikat buruh, CNV Internationaal, Hukatan, dan International Labour Organization (ILO).

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Gapki?Soemarjono Saragih?mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan sistem kerja di sektor sawit menyusul banyaknya laporan lembaga swadaya masyarakat (LSM) terkait isu ketenagakerjaan.

Salah satu yang mereka agendakan adalah workshop yang meprioritaskan isu hak dan kewajiban perkerja yang sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Kemudian ada edukasi agar tidak ada pekerja di bawah umur dan promosi aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Sektor perkelapasawitan menyedot banyak tenaga kerja. Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2015, jumlah pekerja pada industri sawit sebanyak 7,9 juta orang. Sekitar 30%-nya merupakan pekerja dari industri yang tergabung dalam Gapki. Namun, ada catatan penting lainnya yang menyangkut ketenagakerjaan di sektor ini.

"Jika sawit terus diintimidasi dengan berbagai macam isu negatif, tidak menutup kemungkinan industri ini akan tutup dan akan terjadi pengurangan lapangan kerja," ujarnya?di kantor Gapki,?Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Adanya perbaikan kondisi kerja mungkin dapat meningkatkan citra sawit di pasar Eropa. Tidak hanya mengandalkan sertifikasi agar produk sawit diterima di Eropa.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini