Ada Paket Ekonomi, Produsen Tinta Ini Yakin Kinerja Membaik

WE Online, Jakarta - Emiten produsen tinta, PT Colorpak Indonesia Tbk (CPLI), menargetkan laba bersih tahun ini akan mencapai US$ 5 juta meningkat dibandingkan perolehan laba bersih di tahun 2015 yang sebesar US$ 3 juta.

Direktur Opeasional Colorpak Indonesia, Antoni Gunawan mengatakan bahwa peningkatan laba bersih akan didorong oleh pertumbuhan pendapatan perseroan di tahun ini. Perseroan menargetkan pendapatan akan berada di angka US$ 59,2 juta naik dari US$ 47,4 juta di tahin 2015. Dimana, kontribusi terbesar penjualan perseroan berasal dari penjualan tinta yang akan mencapai sebesar 60-64 persen, penjualan film 23 persen dan penjualan adhesive 15 persen.

Optimisme perseroan di tahun 2016 ini merujuk pada langkah cepat pemerintah dalam mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang bertujuan mendorong perekonomian di dalam negeri.

"Kita apresiasi langkah yang diambil pemerintah dengan adanya paket kebijakan ekonomi untuk memberikan landasan perekonomian yang kuat. Untuk itu kami targetkan pendapatan akan mencapai sebesar US$ 59,2 juta dan laba bersih US$ 5 juta," ucapnya.

Hal tersebut semakin diperkuat dengan positifnya laporan kinerja perseroan di tiga bulan pertama tahun ini. Di mana, pendapatan perseroan hingga Maret 2016 sebesar US$ 12,74 juta ntumbuh dibandingakn periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 12,36 juta. Dengan laba bersih sebesar US$ 1,55 juta naik signifikan dari US$ 775,41 ribu di Maret 2015.

"Kalau melihat hasil di kuartal pertama, kita optimis angka itu akan tercapai," terangnya.

Antoni mengungkapkan, pada tahun ini pun banyak terdapat perusahaan-perusahaan percetakan (printing) baru di tanah air. Ini akan menjadi pasar baru bagi perseroan.

"Kita ada 5 sampai 6 perusahaan yang sedang dijajaki untuk jadi customer," ungkapnya.

Sekedar informasi, hingga akhir tahun 2015 perseroan memiliki sebanyak 100 pelanggan aktif. Dengan kapasitas produksi pabrik sebesar 2.000 metrik ton per bulan yang dikerjakan dalam dua shift. Perseroan pun berencana untuk meningkatkan utilisasi pabrik dari 60 persen di tahun 2015 menjadi 75 persen di tahun ini.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini