Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Selasa, 22 Agustus 2017

  • 14:04 WIB. Milan - AC Milan bidik¬†gelandang jangkar Juventus, Marchisio.
  • 13:38 WIB. Taliban - Taliban kecam kebijakan Trump terkait intervensi militer di Afghanistan.
  • 11:44 WIB. Restoran - 169 restoran McDonald's di India tutup.
  • 11:15 WIB. Gadget - Acer hadirkan salah satu model notebook Nitro 5 Spin unggulan terbarunya yang digadang-gadang untuk mengantisipasi peluncuran Intel Coffee Lake.
  • 11:13 WIB. Gadget - Samsung telah hadirkan Samsung Galaxy J3 Pro ke Indonesia, dan sudah bisa dipesan melalui e-commerce lokal Dinomarket.
  • 11:11 WIB. Gadget - Xiaomi telah resmi rilis smartphone terbarunya, Xiaomi Redmi Note 5A.
  • 11:00 WIB. Machine learning - Google bersama News Lab akan bekerja sama dengan ProPublica untuk membuat machine learning.
  • 10:57 WIB. Machine learning - Google: Machine learning itu akan menganalisis teks dan mengekstrak informasi tentang orang, tempat, dan peristiwa.
  • 10:47 WIB. OS - Mondelez: Google tidak membayar kami untuk menggunakan nama Oreo. Ini murni kerja sama branding.
  • 10:39 WIB. Donald Trump - Presiden Donald Trump sebut dirinya akan tambah intervensi militer di Afghanistan.

Ketua MUI: Indonesia Bukan Negara Islam

Foto Berita Ketua MUI: Indonesia Bukan Negara Islam
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Maaruf Amin menekankan bahwa Indonesia bukanlah negara darul Islam, melainkan negara yang lahir atas kesepakatan seluruh elemen bangsa.

"Negara Indonesia adalah darul suluh atau wilayah damai, darul ahdi atau wilayah kesepakatan. Indonesia bukan darul Islam, bukan negara islam," ujar Maaruf Amin saat menyampaikan ceramah dalam acara buka puasa ribuan prajurit TNI dengan Presiden dan Wakil Presiden RI di Mabes TNI Cilangkap, Senin (19/6/2017).

Maaruf Amin mengingatkan, dulu para ulama dengan keikhlasan menerima penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta yang berbunyi "Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya". Dengan penghapusan tujuh kata Piagam Jakarta itu Indonesia menjadi negara yang utuh, bersatu dan kondusif dalam bingkai Pancasila.

Dia menekankan Indonesia negara kesepakatan antarseluruh agama, di mana muslim dengan non-muslim saling berjanji untuk hidup secara damai, untuk saling mencintai dan menyayangi, dan saling menolong.

"Dengan Pancasila kita bisa bersatu," ujar dia.

Saat ini, kata Maaruf Amin, sangat disayangkan adanya kelompok-kelompok radikal intoleran yang tidak memiliki komitmen kebangsaan dan kenegaraan. Kelompok tersebut menurut dia, hanya menganggap alirannya saja yang benar. Oleh karena itu, Maaruf Amin mengajak seluruh elemen bangsa untuk bisa menjaga persatuan bangsa ini.

"Dengan bersatu saja masih sulit kita mewujudkan kesejahteraan, apalagi kalau kita tidak bersatu," ujar dia. (ant)

Tag: Majelis Ulama Indonesia (MUI), Maruf Amin

Penulis: ***

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara

Recommended Reading