Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Senin, 21 Agustus 2017

  • 13:06 WIB. Lexus - Lexus Indonesia mencatat penjualan sebesar Rp400 miliar di ajang GIIAS 2017.
  • 10:53 WIB. Manchester - Manchester City dikabarkan siap menebus klausul pelepasan Messi yang mencapai US$275 juta.
  • 10:29 WIB. Google - Google luncurkan fitur baru yang akan buat video preview┬ámuncul dalam hasil pencarian di perangkat mobile Android.
  • 10:26 WIB. Medsos - Netizen ramaikan jagat maya dengan cuitan larangan motor lewat Rasuna Said.
  • 10:19 WIB. Gadget - Motorola patenkan teknologi layar yang bisa perbaiki sendiri.
  • 10:15 WIB. Gadget - Strategy Analytics: iPhone 7 merupakan smartphone paling populer di dunia dengan total pengapalan 16,9 juta unit.
  • 10:10 WIB. VPN - Otoritas mengharuskan penyedia telekomunikasi dan perusahaan teknologi memainkan peran lebih besar dalam menghapus VPN.
  • 10:09 WIB. VPN - Otoritas China mengeluarkan peringatan kepada platform e-commerce populer di negaranya atas penjualan Virtual Private Networks (VPN).
  • 10:05 WIB. Samsung - Analis: Samsung akan mengalami perlambatan pertumbuhan bisnisnya pada kuartal ketiga tahun ini.
  • 10:04 WIB. Samsung - Samsung bukukan laba operasional sebesar US$12,67 miliar (Rp169 triliun) untuk kuartal ini.

Pendapatan Electronic City Turun Jadi Rp1,66 Triliun

Foto Berita Pendapatan Electronic City Turun Jadi Rp1,66 Triliun
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Electronic City Indonesia Tbk mencatatkan penurunan pendapatan sepanjang 2016 menjadi Rp1,66 triliun. Nilai ini turun dibandingkan pencapaian tahun 2015 yang sebesar Rp1,78 triliun. Penurunan pendapatan ini seiring dengan turunnya laba bersih perusahaan menjadi Rp20,7 miliar.

Direktur Electronic City, Wiradi mengatakan kondisi makro ekonomi masih belum mendukung bisnis retail elektronik, sehingga perseroan mengalami penurunan pendapatan. “Tahun 2016, perseroan tetap konsisten menjalankan efisiensi yang berkelanjutan dalam hal pengeluaran biaya operasional perusahaan dan meningkatkan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan dalam mencapai target penjualan,” kata Wiradi.

Satu hal yang baru adalah pengeluaran biaya promosi yang mulai diperbesar porsi penggunaan media digital marketing dibandingkan dengan cara konvensional yang masih mempergunakan surat kabar. “Hasilnya terjadi tingkat efisiensi dengan berkurangnya biaya promosi tanpa mengurangi tujuan dari promosi untuk mendapatkan pengunjung yang lebih banyak kedalam toko,” lanjut dia.

Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp20,7 miliar menurun dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp37 miliar. Penurunan ini disebabkan karena penjualan produk yang sudah berumur lebih dari 9 bulan untuk dapat dipertahankan nilai persediaan atas produk yang masih baru dan tidak out of date.

"Serta penutupan 6 toko yang dibuka di tahun 2013, 2014, dan 2015 yang tidak bisa mencapai target. Sedangkan perseroan harus menanggung biaya operasi yang berkaitan dengan toko-toko yang dibuka,” papar dia.

Tag: PT Electronic City Indonesia Tbk, Wiradi

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rizka Kasila Ariyanthi

Foto: Boyke P. Siregar

Recommended Reading