Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Selasa, 22 Agustus 2017

  • 14:11 WIB. Jakarta - Kepala BNN, Budi Waseso mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap artis yang terlibat jaringan pengedar narkoba di Indonesia.
  • 14:08 WIB. Jakarta -¬†Kemenhub¬†berencana membangun jalur rel kereta layang atau loop line pada jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta.
  • 14:04 WIB. Milan - AC Milan bidik¬†gelandang jangkar Juventus, Marchisio.
  • 13:38 WIB. Taliban - Taliban kecam kebijakan Trump terkait intervensi militer di Afghanistan.
  • 11:44 WIB. Restoran - 169 restoran McDonald's di India tutup.
  • 11:15 WIB. Gadget - Acer hadirkan salah satu model notebook Nitro 5 Spin unggulan terbarunya yang digadang-gadang untuk mengantisipasi peluncuran Intel Coffee Lake.
  • 11:13 WIB. Gadget - Samsung telah hadirkan Samsung Galaxy J3 Pro ke Indonesia, dan sudah bisa dipesan melalui e-commerce lokal Dinomarket.
  • 11:11 WIB. Gadget - Xiaomi telah resmi rilis smartphone terbarunya, Xiaomi Redmi Note 5A.
  • 11:00 WIB. Machine learning - Google bersama News Lab akan bekerja sama dengan ProPublica untuk membuat machine learning.
  • 10:57 WIB. Machine learning - Google: Machine learning itu akan menganalisis teks dan mengekstrak informasi tentang orang, tempat, dan peristiwa.

Turun 18%, Anggaran Bekraf 2018 Jadi Rp746,15 Miliar

Foto Berita Turun 18%, Anggaran Bekraf 2018 Jadi Rp746,15 Miliar
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendapatkan anggaran 2018 dengan nilai Rp746,15 miliar. Nilai ini lebih rendah dari anggaran 2017 yang sebesar Rp906,4 miliar.

Kepala Bekraf, Triawan Munaf mengatakan anggaran tersebut terbesar akan dialokasikan untuk dua program, yakni pertama program dukungan manajeman dan pelaksanaan tugas teknis lainnya sebesar Rp149 ,2 miliar. Kedua program pengembang ekonomi kreatif sebesar Rp596 miliar yang terdistribusi kepada setiap unit kedeputian dengan rincian Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan sebesar Rp111 miliar, Deputi Akses Permodalan Rp70 miliar, dan Deputi Infrastruktur Rp153,36 miliar.

Berikutnya Deputi Pemasaran sebesar Rp125,8 miliar, Deputi Fasilitas Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Rp71,3 miliar, dan Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Rp24 miliar.

“Kami menyadari bahwa anggaran yang kami peroleh menurun 18% dari anggaran 2017. Penurunan ini tentunya akan berpengaruh kepada program-program dan akan berpengaruh kepada sasaran strategis Bekraf. Namun demikian, kami bertekad akan tetap mencapai hasil yang setinggi-tingginya dari anggaran tersebut dan melaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Triawan dalam rapat kerja dengan Komisi X di Gedung DPR, Jakarta , Senin (19/6/2017).

Tag: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rizka Kasila Ariyanthi

Foto: Boyke P. Siregar

Recommended Reading