Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 24 Juni 2017

  • 23:38 WIB. Mudik Lebaran - Gubernur Sumut tegaskan ASN dilarang gunakan kendaraan dinas untuk mudik.
  • 23:29 WIB. Obama¬†- Mantan Presiden AS Barack Obama selain berlibur di Bali ia dikabarkan akan berlibur di Yogyakarta.
  • 23:27 WIB. Mudik Lebaran - Menteri Luhut harap tragedi brexit tidak terulang kembali.
  • 23:27 WIB. Daging Sapi - Harga daging sapi di Medan tembus Rp140 ribu/kg.
  • 23:25 WIB. Mudik Lebaran - Menhub: Bus tanpa stiker biru dilarang beroperasi.
  • 23:24 WIB. Mudik Lebaran - Polantas: Puncak mudik di Bekasi terjadi Kamis malam.
  • 22:45 WIB. Sydney - Kepolisian Sydney akan pasang pembatas di area pejalan kaki, guna cegah serangan kendaraan bermotor.
  • 22:32 WIB. Mudik Lebaran - 26.183 pemudik motor lewati Cirebon.
  • 22:30 WIB. Mudik Lebaran - Aher sebut selama menjabat sebagai gubernur Jabar mudik lebaran tahun ini lancar.
  • 22:27 WIB. China - Otoritas China perketat penyebaran konten video berbasis online.

Amerika Tarik Diri, Uni Eropa Rangkul China

Foto Berita Amerika Tarik Diri, Uni Eropa Rangkul China
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Uni Eropa merangkul China untuk bersama-sama mengatasi persoalan lingkungan global setelah Amerika Serikat menarik diri dari Perjanjian Paris yang ditandatanganinya bersama sejumlah negara di Ibu Kota Prancis itu pada 2015.

"Saat ini ketika Presiden (AS) Trump sudah menyerahkan tanggung jawab dalam mengatasi persoalan global, maka tidak ada jalan lain bagi Uni Eropa, kecuali merangkul China," kata politikus Inggris John Leslie Presscott, di Guiyang, Provinsi Guizhou, China, Sabtu (17/6) malam.

Saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan simposium Forum Ekologi Global (EFG) 2017 tersebut, Wakil Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007 itu menyatakan peran pentingnya China untuk bersama-sama mengatasi persoalan lingkungan.

"Uni Eropa sebagai konsumen ekonomi terbesar di dunia akan bekerja sama dengan China sebagai salah satu negara terbesar dunia untuk mengamankan Perjanjian Paris dan bersama-sama mengatasi persoalan lingkungan," kata anggota parlemen Inggris yang pernah duduk di jajaran Dewan Uni Eropa itu.

Di bawah pemerintahan Presiden Xi Jinping, Presscott menganggap China memiliki kemampuan untuk menjembatani kepentingan negara maju dan negara berkembang yang sedang menuju tahap pembangunan dengan perspektif ekologi.

Menurut dia, sudah saatnya kerja sama negara-negara maju dan negara-negara berkembang dikonkritkan.

"Di jajaran Dewan Uni Eropa yang beranggotakan 47 negara, saya telah menyusun kerangka kesepakatan antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang untuk ditandatangani pada Konferensi Perubahan Iklim di Bonn (Jerman) bulan November mendatang," katanya.

Oleh sebab itu, Presscott berharap agar ajang tahunan EFG di Guiyang yang berlangung pada 17-18 Juni itu bisa menelurkan kesepakatan yang bisa diimplementasikan dalam mengatasi persoalan lingkungan.

"Saya ucapkan selamat kepada panitia penyelenggara atas terselenggaranya konferensi rutin ini sebagai solusi atas masalah lingkungan global," katanya.

Guiyang, kota kecil yang berjarak sekitar 2.250 kilometer di sebelah selatan Ibu Kota China di Beijing itu bergeliat sejak Jumat (16/6) saat para peserta dari berbagai negara datang untuk menghadiri simposium tersebut.

Hampir semua sudut kota, termasuk Bandar Udara Internasional Longdongbao, dipenuhi dengan spanduk kegiatan tahunan yang dipusatkan Guiyang International Ecologial Confence Center itu.

Selain jajaran pejabat dari Pemerintah Provinsi Guizhou dan Pemerintah Kota Guiyang serta akademisi lingkungan hidup China, acara tersebut juga dihadiri sejumlah praktisi dan pakar lingkungan internasional, seperti Presiden Wilderness Foundation Vence Marti, Presiden IUCN Zhang Xinsheng, UNESCO, dan WWF. (Ant)

Tag: Uni Eropa, Amerika Serikat (AS)

Penulis: ***

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Reuters/John Thys

Recommended Reading