Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Selasa, 22 Agustus 2017

  • 14:04 WIB. Milan - AC Milan bidik gelandang jangkar Juventus, Marchisio.
  • 13:38 WIB. Taliban - Taliban kecam kebijakan Trump terkait intervensi militer di Afghanistan.
  • 11:44 WIB. Restoran - 169 restoran McDonald's di India tutup.
  • 11:15 WIB. Gadget - Acer hadirkan salah satu model notebook Nitro 5 Spin unggulan terbarunya yang digadang-gadang untuk mengantisipasi peluncuran Intel Coffee Lake.
  • 11:13 WIB. Gadget - Samsung telah hadirkan Samsung Galaxy J3 Pro ke Indonesia, dan sudah bisa dipesan melalui e-commerce lokal Dinomarket.
  • 11:11 WIB. Gadget - Xiaomi telah resmi rilis smartphone terbarunya, Xiaomi Redmi Note 5A.
  • 11:00 WIB. Machine learning - Google bersama News Lab akan bekerja sama dengan ProPublica untuk membuat machine learning.
  • 10:57 WIB. Machine learning - Google: Machine learning itu akan menganalisis teks dan mengekstrak informasi tentang orang, tempat, dan peristiwa.
  • 10:47 WIB. OS - Mondelez: Google tidak membayar kami untuk menggunakan nama Oreo. Ini murni kerja sama branding.
  • 10:39 WIB. Donald Trump - Presiden Donald Trump sebut dirinya akan tambah intervensi militer di Afghanistan.

April 2017, Nilai Ekspor Banten Turun 8,52 Persen

Foto Berita April 2017, Nilai Ekspor Banten Turun 8,52 Persen
Warta Ekonomi.co.id, Serang -

Nilai ekspor Banten pada April 2017 turun 8,52 persen dibanding bulan April dari 995,96 juta dolar AS menjadi 911,08 juta dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno di Serang, Sabtu (17/6/2017), mengatakan penurunan nilai ekspor pada April tersebut karena ekspor nonmigas yang turun 8,52 persen dari 995,44 juta dolar AS menjadi 910,68 juta dolar AS, dan ekspor migas turun 23,85 persen 0,53 juta dolar AS menjadi 0,40 juta dolar AS.

Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang pada April 2017 mencapai 680,09 juta dolar AS, sementara untuk golongan barang lainnya sebesar 230,58 juta dolar AS.

Nilai ekspor nonmigas terbesar berasal dari golongan barang alas kaki yaitu mencapai 223,22 juta dolar AS, disusul besi dan baja serta bahan kimia organik masing-masing 86,02 juta dolar AS dan 85,83 juta dolar AS.

Sembilan dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama mengalami penurunan, kecuali golongan besi dan baja yang justru mengalami peningkatan sebesar 30,68 juta dolar AS.

Penurunan tertinggi terjadi pada golongan barang bahan kimia organik yang turun sebesar 25,20 juta dolar AS, diikuti oleh penurunan pada golongan barang alas kaki dan tembaga yang turun masing-masing 10,88 juta dolar AS dan 10,70 juta dolar AS.

Sedangkan enam dari sepuluh golongan barang utama yang lain, masing-masing mengalami penurunan nilai kurang dari 10 juta dolar AS.

Ekspor nonmigas sepuluh golongan barang utama untuk Januari-April 2017 memberikan kontribusi 73,2 persen terhadap total ekspor nonmigas. Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang utama tadi naik 39,52 persen dibanding ekspor nonmigas pada periode yang sama tahun 2016.

Kesepuluh golongan barang utama itu adalah alas kaki, besi dan baja, bahan kimia organik, plastik dan barang dari plastik, karet dan barang dari karet, mesin-mesin/pesawat mekanik, mesin/peralatan listrik, berbagai makanan olahan, tembaga serta kertas/karton.

Ia juga menyebutkan negara tujuan ekspor nonmigas terbesar April 2017 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor 165,73 juta dolar AS, disusul Tiongkok dan Jepang sebesar 84,96 juta dolar AS dan 64,78 juta dolar AS, sementara untuk tujuan negara-negara ASEAN dan Uni Eropa masing-masing sebesar 216,73 juta dolar AS dan 103,66 juta dolar AS Menurut sektor, ekspor nonmigas April 2017 mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya pada sektor pertanian. Sedangkan pada sektor industri serta tambang, dan lainnya terjadi penurunan nilai ekspor.

Ekspor April 2017 melalui Pelabuhan Tanjung Priok mencapai nilai 709,21 juta dolar AS, disusul oleh Pelabuhan Cigading dan Tanjung Leneng dengan ekspor masing-masing sebesar 74,47 juta dolar AS dan 51,78 juta dolar AS. (Ant)

Tag: Ekspor, Banten, Badan Pusat Statistik (BPS)

Penulis: ***

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Sufri Yuliardi

Recommended Reading